BEKERJA VS IBADAH



BEKERJA VS IBADAH

                                Ibadah itu menurut perenungan saya tak beda dengan bekerja disebuah instansi. Kalau kita bekerja disebuah instansi semakin tinggi jabatan semakin besar cobaannya tapi semakin besar tunjangannya atau insentifnya. Begitu juga ibadah, hanya orang yang menginginkan pahala besar yang mampu melaksanakan ibadah ibadah sunnah pilihan.
                                Kita ambil hal yang paling sering kita temui dan kita rasakan. Ketika akan sholat qiyamul lail di sepertiga malam terakhir. Mengapa sholat malam yang dilakukan disepertiga malam terakhir sekitar jam 01.00 sampai jam 04.00 pagi  lebih utama, karena sholat disepertiga malam itu godaanya paling besar udara yang dingin menusuk tulang saat tidur lagi enak banget ya pulas deh. Kalau bangun paling enak tarik selimut.  Dan hanya orang orang yang menginginkan pahala yang besar doa doa yang terijabah yang mampu melawan segala godaan. Hanya orang terpilih yang mampu melawan dinginnya malam dan mata yang mengantuk.
                                Puasa senin kamis yang juga hanya dilaksanakan orang orang tertentu. Ada beberapa teman saya yang MasyaAlloh puasa sunnah nya tidak pernah terlewatkan. Pernah saya bertanya bu hebat banget puasanya apa rahasianya? Jawabnya rasanya rugi kalau gak puasa sunnah sehari saja. Hanya orang tertentu yang mampu menahan nafsu untuk tidak makan tidak minum padahal jam makna siang itu enak ya makan bareng teman kerja. Yang ibu rumah tangga bisa icip icip masakan untuk keluarga. Ada juga yang suaminya tidak mengizinkan istrinya untuk puasa sunnah karena kebutuhan bilogisnya.   Nah hanya orang orang yang bisa menahan hawa nafsu secara rutin untuk mendapatkan pahala dari Alloh. Keistiqomahannya dimata Alloh pasti dapat pahala yang luar biasa.
                                Sholat duha yang sebenarnya ringan banget ya dilakukan pagi hari gak pake ngantuk gak pake dingin. Tapi  ya tetep tidak banyak orang yang mampu istiqomah melaksanakan sholat yang sangat ringan tapi dahsyat manfaatnya. Sholat diwaktu agung duha membuka pintu rizqi. Kenapa berat karena sholat ini dilaksanakan diantara aktifitas dunia. Orang lagi sibuk bekerja antara jam 07.00 pagi sampai jam 10.30 siang. Semua masih repot, yang ibu rumah tangga masih heboh didapur yang dikantor masih sibuk dengan kerjaan yang dirumah sakit sibuk dengan resep dengan visite dokter dengan pelayanan dll. Dan kembali hanya orang orang pilihan yang mampu memanajemen waktu untuk sholat 2 rokaat saja. tidak sampai 15 menit padahal ya tapi ternyata ya butuh perjuangan untuk melaksanakan ibadah ini. 
                                Tilawah quran, sedang digalakkan ya tilawah one day one juz. Yang gabung komunitas ini adalah orang orang hebat mereka saling berebut untuk menghatamkan jatah satu juz ditambah jatah temannya yang gak bisa khatam satu juz. Mereka juga orang sibuk ada yang kuliah ada yang bekerja ada yang ibu rumah tangga dengan beberapa balita. Sungguh besar perjuangan mereka mengejar satu juz tapi mereka punya tekad kuat merka mampu. Ada yang disela sela waktu kerja ada yang sistem kebut 1 juz dalam satu waktu misalkan habis qiyamul lail sampai subuh. Ada yang mesti mengkondisikan anak anak ada yang sambil ngasuh anak ada yang sambil diangkot. Hujan air mata deh kalau lihat perjuangan mereka terutama yang ibu ibu. Jadi kangen kalian semua ukhti anindita ibu gayatri, mbak atina, mbak cho, mbak dwi, bunda tanti peluk dari jauh semoga istiqomah.... reuni sedikit dengan odoj ya.
                                Sholat sunnah rawatib  sebelum atau sesudah sholat wajib. Hanya 2 rokaat ya sebelum dan 2 rokaat sesudah dan tidak semua sholat wajib menggunakan sunnah rawatib. Tapi jarang ya yang melaksanakan ini padahal ini juga mendatangkan pahala. Kalau kata suamiku sholat sunah rawatib itu untuk meneyempurnakan sholat wajib yang belum sempurna. Nasehat yang membekas dihati. Tapi banyak yang meremehkan sholat ini dan hanya orang orang yang menyadari betapa hidup ini hanya untuk mencari bekal diakhir kehidupan.
                                Sedekah juga merupakan amal solih pilihan Alloh. Sedekah ini pahalanya langsung dapat kita rasakan didunia. Kalau kata ustad yusuf mansyur ketika kita sedekah maka langsung diganti Alloh sepuluh kali lipat. Kalau saya tidak pernah berhitung dengan amal jadi gak tau diganti dengan berapa ratus kali lipat. Karena balasan dari Alloh tidak selalu dengan bentuk uang kadang dibalas dengan sahabat yang baik, kesehatan, anak yang solih menurut saya semua adalah balasan dari Alloh. Tapi tidak semua orang rela sedekah dengan secuil hartanya yang banyak berlipat ganda. Sedekah tidak akan membuat kita miskin lho. Saya kadang iri dengan teman teman yang ingin sedekah tapi keterbatasan kondisi keuangan mereka rela melelang barang barang mereka hany untuk sedekah untuk infaq pembangunan masjid untuk saudara rmuslim dibelahan dunia sana. Sedang kan yang emiliki kelebihan harta banyak yang khawatir uangnya diselewengkan takut tidak sampai nanti Cuma untuk modus dll. Padahal ketika kita berniat maka sudah tercatat oleh malaikat jangan khawatir tidak sampai kalaupun tidak samapi itu urusan yang menyalurkan kepada ALLOH. Kalau tidak mau pake penyalur yang silahkan bersedekah dengan keluarga atu tetangga yang kekurangan, anak yatim yang terlantar fakir miskin dijalanan, tukang becak yang lapar dipinggir jalan. Banyak jalan untuk sedekah disekeliling kita. 
                                Coba kita renungkan kalau kita bekerja diinstansi pemerintah atau swasta kita royal melaksanakan pekerjaan pasti jabatan kita cepat naik. Honornya tunjangannya besar kita rajin melaksanakan apapun perintah atasan melaksanakan kewajiban sebagai karyawan. Bahkan ada juga orang yang rela melepaskan kewajibanya sebagai muslim asal dapat bekerja disebuah perusahaan. Yang simpel banyak ya wanita yang rela tidak berhijab dengan alasan dilarang perusahaan. Banyak yang meninggalkan sholat karena tidak ada waktu untuk sholat.
                                Kita dilarang manusia aja masih takut karena tidak mau kehilangan pendapatan. Kenapa coba kalau kita kerja sama Alloh itu pahalanya besar gajihnya surga. Kalau yang beriman pasti percaya dengan adanya surga dan neraka.  Kita tidak mau royal masih tergoda dengan dingin tergoda dengan kantuk masih tergoda dengan makanan tergoda dengan amanah yang menumpuk padahal hanya meluangkan waktu, menyisihkan sedikit rizqi.
                                Kita berlomba lomba ingin punya jabatan yang tinggi punya pangkat yang hebat didunia tapi kita terlena mengorbankan segala gala untuk dunia. Kita terlalu takut kehilangan dunia. Padahal ketika kita menegakan agama Alloh tidak hanya surga yang kita dapat insyaAlloh dunia pun kita raih. Yakin?? Saya yakin seyakin yakinya karena saya percaya Alloh saya beriman kepada Alloh.
                                Apa yang kita cari didunia ini kalau hanya harta dan kesenangan hanya akan sia sia ketika kita mati. Boleh kita mengejar dunia kan kita butuh makan butuh pendidikan butuh ilmu butuh aktualisasi diri ya butuh dunia untuk bertahan hidup.  Tapi bukan berarti kita lalai dengan kewajiban kita lali dengan tujuan hidup yang sebenarnya.
                                Tergantung kita ketika kita bekerja biasa biasa yang sanati santai saja ya jabatan kita diperusahaan ya disitu situlah. Gak akan bergerak cepat mendapatkan jabatan bergengsi. Dengan gaji yang santai juga segitu segitu aja tidak ada bonus tidak ada benefit tidak ada insentif. Tapi kalau jadi karyawan yang cekatan disiplin tinggi apalagi pintar mencuri hati atasan pasti disayang atasan cepat naik jabatannya uang mengalir terus ada bonus ada benefit ada tunjangan jabatan ada banyak sekali seseran mungkin ya.
                                Begitu juga ketika kita jadi hamba Alloh yang solih yang royal dalam ibadah insyaAlloh jadi hamba kesayangan akan mendapatkan semua yang terbaik akan mudah melaksanakan ibadah dengan ikhlas tanpa banyak perhitungan. Surga menanti didunia pun hidup tenang  tidak takut miskin tidak takut kehilangan harta. Yakin saja Alloh pastii menjaga dan memenuhi kebutuhannya melalui begitu banyak pintu rizqi yang dirahasiakan Alloh.
                                Semoga kita kelak menjadi hamba hamba kebanggaan Alloh yang senantiasa mengingat Alloh dimanapun dan kapanpun. Ketika bahagia bersyukur ketika bersedih hanya Alloh tempat mengadu meneteskan bulir bulir air mata yang kelak akan menjadi kebanggaan kita diakherat. Menjadi orang yang senang membelanjakan hartanya dijalan Alloh. Karena apa yang kita belanjakan dijalan Alloh sesungguhnya adalah tabungan kita diakherat nanti. Setiap teets keringat dan air mata yang digunakan untuk menegakan agama Alloh adalah tabungan diakherat.  Yuk mari bersama sama kita mencari pahala.
                                Bukan berarti saya yang menulis sudah dapat dengan sempurna melaksanakan, saya pun masih belajar dan terus belajar untuk memotivasi diri istiqomah dijalan sunnah. Belajar untuk menstabilkan iman yang naik turun masih terus belajar menjadi pribadi yang qonaah. Semoga penulis tidak hanya bisa menulis tapi bisa terus belajar istiqomah melaksanakan apa yang ditulis. Karena apa yang saya tulis akan dipertanggung jawabkan diakherat nanti.
                                Sedikit catatan kalau mau jadi ahli sunnah mari belajar menegakan yang bisa dilaksanakan. Ini tidak sesulit berpoligami ya, menegakkan sunnah itu tidak hanya dengan poligami. Alakah mudahnya menjadi ahli sunnah jika hanya dengan poligami. Bisa semua pria berpoligami untuk jadi ahli sunnah tapi tidak ibadah maksimal. mulai melaksanakan yang ringan saja dulu baru berfikir untuk sunnah yang berat karena poligami itu lebih berat.
UmmuArrahma
Metro, 26 Januari 2016

1 Komentar untuk "BEKERJA VS IBADAH"

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel