Bukan Wanita Biasa



Bukan Wanita Biasa

                Membaca sedikit ulasan tentang buku ffull time mom vs working mom jadi terinspirasi ingin menulis tentang wanita tangguh yang harus menjadi full time mom dan working mom dalam waktu bersamaan. Yang saya tulis dari pengalaman saya pribadi juga beberapa teman yang bernasib sama dengan saya.
                Menjadi full time mom itu sepertinya menyenangkan bisa memiliki banyak waktu untuk bersama keluarga. Bisa memilih menu menu sehat untuk anak dan suami. Memasak penuh cinta tanpa terburu buru jam kerja. Manajemen waktu yang asyik dirumah bisa tidur siang bersama anak, bercengkrama dengan ibu ibu dilingkungan. Menemani anak anak bermain baik didalam rumah atau diluar rumah.
                Menjadi working mom juga menyenangkan, mengaplikasikan ilmu selama dibangku kuliah. Mendapatkan penghasilan sendiri yang bisa digunakan untuk membantu keluarga, membeli kebutuhan pribadi tanpa meminta suami. Bertemu dengan banyak teman setiap hari yang bisa diajak bertukar pikiran. Dan tentunya harus memiliki manajemen waktu untuk keluarga. Karena meskipun working mom tetaplah tugas utamanya untuk keluarga tak boleh dilupakan.
                Tapi di ruang dan waktu yang sama dibelahan dunia ini ada banyak wanita yang menjalani kehidupan menjadi full time  mom dan working mom. Suatu karier pilihan dari Tuhan yang harus dijalani dengan penuh semangat dan keikhlasan hati. Dengan gaji doubel juga dong gaji dari Tuhan dan gaji dari boss tempat bekerja.  Siapakah mereka??
                Mereka adalah ibu ibu yang ditinggal meninggal suaminya. Para janda janda hebat dan kuat yang selalu membuat saya terinspirasi. Mereka berjuang sendirian menjaga anak anaknya dengan seluruh jiwa raganya mengais rizqi untuk menghidupi anak anaknya dengan tetesan keringat. Mencoba berdiri tegak dengan segala beban yang ada.
                Diantar mereka adalah wanita karier yang bekerja sambil mengurus anak anaknya. Disatu sisi mereka memiliki amanah untuk melaksanakan kewajiban ditempat kerja tapi disisi yg lain mereka memikirkan anak anak yang ditinggal bekerja. Mengingatkan jam makan siang mengingatkan jam tidur siang. Sebelum bekerja menyiapkan seluruh keperluan anak untuk sekolah dan keperluan lainnya.
  Saya sendiri mengalaminya sudah sembilan bulan menjadi full time mom dan working mom yang sungguh luar biasa. Bekerja membawa anak anak itu sesuatu sekali rasanya. Yang pasti rasa tidak nyaman dengan teman teman bekerja ketika anak anak tidak kooperatif. Saat sering keluar pada jam kerja karena antar jemput anak sekolah. Saat dijam jam bekerja harus mepende anak tidur. Dan hal ini tidak hanya saya yang mengalami ada banyak ibu ibu yang senasib dengan saya. 
Tapi Tuhan selalu mengirimkan orang orang baik sekeliling mereka sebagai perpanjangan tangan. Teman yang sangat memahami dan memaklumi situasi sebagai full time mom dan working mom. Teman yang turut menjaga anak anak ketika harus ditinggal rapat. Teman yang dengan ikhlas pekerjaan saya harus diduakan dengan anak anak. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan Mereka aamiin.
Pulang bekerja masih setumpuk pekerjaan rumah yang menanti, juga anak  anak yang lelah ikut bekerja. Mereka juga ingin bermanja, mencari perhatian sang bunda. Ingin berlindung dalam dekapan sang bunda yang sudah letih bekerja dan mengasuh anak. Tapi masih banyak tersimpan tenaga meski letih senyum itu selalu hadir untuk sang anak. Tenaga entah darimana masih menyelesaikan setumpuk pekerjaan rumah ketika anak anak terlelap.  
Situasi yang memaksa mereka harus kuat dan tangguh. Meski kadang bertanya sampai kapan harus berjuang melawan lelah. Kala rapuh mendera hanya airmata diatas sajadah panjang yang terurai. Hanya Tuhan saja tempat mengadu, meyakini takdir adalah yang terbaik yang harus dijalani. Harus kuat didepan sang buah hati meski hati hancur berkeping keping, selalu tersenyum manis meski harus menyembunyikan airmata dibalik bantal.
Bersyukurlah buat semua full mom ataupun working mom apapun pilihan yang dijalani syukuri. Bahagialah kehidupan menuntut kita untuk selalu menikmati bersetiap profesi. Seorang full mom pun proesi mulia,  seorang full mom harus cerdas dan kuat dalam mendidik anak anaknya agar menjadi generasi yang tangguh. Dan yang working mom tetap harsu mengutamakan keluarga sebagai tenggug jawab yang utama. Menjadi working mom bukan berarti lepas tanggan dengan tanggung jawabnya sebagai ibu atau istri.
Begitulah hidup kadang kala yang diluar sana nampak lebih indah. Padahal sebagai apapun kita tentu sudah ada takaran kekuatannya. Ketika menjadi full mom dengan banyak waktu untuk keluarga mendapat banyak pahala dari Tuhan. Yang menjadi working mom punya banyak relasi punya banyak wawasan berpenghasilan sendiri tapi waktu bersama anak anak berkurang. Sedang yang menjadi full momdan working mom memiliki kekuatan langsung dari sang Tuhan. Karena mereka bukan wanita biasa.
Metro 12 Januari 2016, Ummuarrahma

Belum ada Komentar untuk "Bukan Wanita Biasa"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel