Pernikahan dan keikhlasan



Pernikahan adalah ikatan atau perjanjian seorang pria dan wanita yang disatukan dengan ijab qobul  atau mistaqon gholizoh perjanjian suci. Perjanjian ini sangat lah berat karena membutuhkan tanggung jawab, komitmen, kasih sayang dan yang tak kalah penting adalah keikhlasan hati untuk menjalani bahtera rumah tangga bersama.  
Ikhlas dalam pernikahan adalah sangat penting. Karena pernikahan ini menyatukan dua manusia dengan karakter yang berbeda pola pikir yang berbeda dan latar belakang yang berbeda. Sehingga haruslah memiliki rasa keikhlasan ketika perbedaan ini bertemu dan berbenturan. Ikhlas untuk menyamakan persepsi ikhlas untuk saling mengalah ikhlas untuk saling memahami.
Suami adalah seorang imam bagi istrinya tapi bukan berarti suami akan mengatur seluruh rumah tangga dalam kekuasaannya. Tentunya ada porsi yang sama antara suami dan istri. Namun bukan berarti pula seorang istri bisa menentang seorang suami dengan sekehendak hati. Karena itu perlunya keikhlasan hati untuk saling memahami tugas dan peran baik suami maupun istri.
Pernikahan yang baik tentunya memiliki tujuan dari pernikahan yang akan dijalani. Bisa dikomuikasikan saat ta’aruf. Sehingga perjalanna rumah tangganya memiliki satu arah dan tujuan yang sama. Bukan setelah menikah baru mengatakan tujuan pernikahan dan ketika tujuannya berbeda maka akan terjadi perbedaan arah antara suami dan istri.
Suami dan istri adalah patner dalam membangun rumah tangga sesuai tujuan awal menikah. Berharap suami yang baik yang solih imam yang kuat maka sebagai istri harus mampu memberi support untuk suami menjadi suami yang solih. Begitu pula suami ingin istri yang solihah yang taat kepada suami menjadi ibu yang berkualitas untuk anak anaknya. Maka support istri fasilitasi proses istri menjadi istri dan ibu yang berkwalitas. Berikan sarana untuk belajar berikan kesempataan untuk bergaul dengan ibu ibu yang berkualitas.
Suami dan istri hendaknya bisa menjadi teman terbaik, menjadi tempat ternyaman untuk berbagi suka dan  duka, saling menerima kondisi masing masing, ikhlas melalui hidup bersama dalam segala keadaan. Suami dan istri hendaknya saling berbagi tugas utuk mewujudkan mimpi menjadikan rumah tangga bagai surga meski dengan kekurangan masing masing.
Karena didunia ini tidak ada laki laki sempurna dan tidak ada wanita sempurna. Karena kesempuraan hanyalah milik Alloh saja. Jangan pernah punya standar seorang suami yang sempuran atau istri yang sempurna, karena hanya kecewa yang diterima. Maka yang dibutuhkan adalah sepasang laki laki dan perempuan yang ikhlas untuk menjalani lika liku kehidupan rumah tangga. Dengan segala ujian, dengan segala kekurangan.
Ikhlas adalah pondasi utama dalam berumah tangga karena akan banyak sekali ujian ujian berat dari banyak sisi kehidupan berumahtangga. Terutama kekurangan dari pasangan yang kadang memjadi alasan utam adalam perceraian. Seolah olah kekurangan pasangan adalah harga mati tanpa menyadari bahwa disisi lain kita juga memiliki banyak sekali kekurangan.
Dengan keikhlasan sepasang suami istri bisa saling bersinergi membangun rumah tangga yang kokoh dan kuat berlandaskan keimanan. Tatkala tujuan rumah tangga adalah surga maka rumah sekecil apapun dengan segala kekurangan akan menjadi surga yang penuh kehangatan dan cinta. Meski dengan banyak keterbatasan sinergi ikhlas akan memunculkan kenyaman jiwa.
Ketika rumah tangga yang tidak dihiasi dengan keikhlasan maka yang ada hanyalah rasa tidak puas karena rumput  tetangga nampak lebih hijau, rumat tangga orang lain nampak lebih romantis. Memang rumput tetangga itu akan selalu nampak lebih hijau, tapi seharusnya kita berpikir kenapa ada apa dan bagaimana. Bukan menjadi iri dan membandingakan sehingga memicu perceraian dalam rumah tangga sendiri.
Ketika seorang istri mengatakan suamiku tidak romantis seperti laki laki lain, apa lalu mesti berganti suami yang roamntis? Tentu tidak ya. Tapi bagaimana caranya rumah tangga jadi romantis tanpa kata kata manis seoang suami. Bagaimana jika istri yang berperan menjadi istri yang romantis. Bukankah tidak ada salahnya. Setidaknya keromantisan istri akanmenular pada suami suatu hari nanti.
Mari jangan membiasakan menjadi patner yang menuntut tapi saling ikhlas saling memahami saling mensupport. Kalau dari pasangan ada kekurangan maka salinglah melengkapi bukan saling menghujat bukan saling menuntut. Hargai apa yang menjadi pasangan kita sebelum hilang segala galanya.
Pasangan terbaik adalah saling mempengaruhi dalam hal yang baik, berakhlak indah menjadi pribadi dewasa dan hatinya semakin bijak dalam menghadapi banyak situasi. Pasangan yang hebat adalah yang saling meningatkan saat berdekatan dengan maksiat, saling menegur ketika ketaatan luntur, selalu menyemangati saat hancur. Jadilah sepasang suami istri tidak hanya untuk dunia tetapi hingga akherat nanti.
15 Januari 2016
Ummuarrahma

Belum ada Komentar untuk "Pernikahan dan keikhlasan "

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel