cake kehidupan



Cake  kehidupan



Manusia  ini tak lebih layaknya sebuah cake. Cake itu terbuat dari berbagai macam bahan. Bisa menjadi seloyang  cake yang manis, legit cantik karena campuran dari terigu, telur, butter, coklat, mertega, gula dan banyak bahan lainnya.
 Jika bahan bahan tidak dicampurkan menjadi satu maka tidak akan menjadi cake. Bahan bahan tercampur jadi satu tapi tidak melalui proses pemanggangan atau pengukusan maka tidak akan menjadi cake. Jika cara mencampur cake tidak dengan tehnik yang benarpun cake akan bantat. Jika kompoisi nya tidak tepat maka rasa cake tidak akan manis legit malah jadi pahit. Cake yang pahit meskipun cantik tidak akan dimakan orang.
Begitu pula kepribadian kita sebagai manusia tak jauh beda dari seloyang cake. Manusia memiliki banyak rasa bukan ??? ada rasa suka rasa sayang rasa cinta rasa benci rasa sedih rasa bahagia, galau, rindu. Kadang bahagia kadang berduka kadang menangis kadang tertawa. Semua rasa akan mempengaruhi penampilan kita akan mempengaruhi hati kita akan mempengaruhi akhlaq kita.
Rasa dalam diri manusia itu tak ubahnya terigu, telu, gula, coklat, mertega, dan teman temannya. Semua rasa yang ada dalam diri kita akan larut dalam kepribadian manusia. Manusia yang pandai mengelola rasa dalam diri nya akan menjadi manusia dengan kepribadian yang manis cantik dan disukai banyak orang. Seperti cake yang tampilannya cantik dan rasanya manis membuat setiap gigitan menjadi nikmat.
Setiap apa yang kita lalui dalam kehidupan adalah proses penempaan diri menjadi kepribadian yang bisa jadi baik tangguh smart tapi juga bisa jadi pribadi yang cengeng lemah dan manja. Mau menjadi kepribadian seperti apa itu tergantung dari diri kita mengolah segala proses kehidupan ini. Bagaimana kita menyikapi setiap episode kehidupan yang kita lalui.
Ketika ada rasa bahagia bagaimana kah kita menyikapinya, ketika kita berduka bagaimana kita melaluinya, ketika kehilangan haruskah kita meratapinya sepanjang hari. Yang membuat kita tangguh justru ujian ujian yang menempa kehidupan. Orang yang sanggup melalui proses pencampuran segala rasa sabar dalam melalui proses kehidupan meski panas nya ujian dinginnya kesepian tapi selalu berada dalam koridor aturan tuhan maka inilah pribadi yang cantik.
Seperti seloyang cake yang harus melalui proses pencampuran dan dimikser dengan listrik meleburkan diri menjadi satu. Mereka rela tidak lagi disebut terigu atau telur atau gula. Tapi mereka berubah menjadi bernama cake. Merea harus melalui panasnya api agar menyatu matang dan dipotong potng menjadi cake yang rasanya akan dipuji setiap yang menikmati. Ikhlaskan mereka melalui proses itu.
Begitu pula kita seharusnya kita ikhlas melalui setiap proses kehidupan. Ujian seberat apapun akan menjadikan kita pribadi yang tangguh karena kita mampu menyikapinya dengansabar dan syukur. Sebanyak  apa kekurangan yang kita miliki akan tetap lebih banyak kelebihan yang mampu kita manfaatkan untuk memperbaiki kekurangan diri. Hanya kadang kala kita lebih senang menikmati kekurangan diri membandingan diri dengan yang lain. Kalau kita mau menggali potensi diri sebenarnya setiap manusia memliki keunikan tersendiri memiliki kelebihan tersendiri.
Mari kita focuskan diri menjadi orang orang yang mampu mengelola diri mejadi pribadi yang cantik bukan hanya tampilannya tapi juga pada kepribadian kita. Belajar mengelola segala rasa suka duka susah senang kekurangan berlebihan pada komposisi secukupnya saja. Dengan siapapun dimanapun dan kapanpun.
Jangan mudah mengumpat, jangan mudah iri, jangan mudah merasa paling menderita. Karena Alloh sudah atur semua sesuai takaran masing masing. Mungkin kalau kita menjadi mereka pun belum tentu merasa lebih baik dari diri kita saat ini. Sering seringlah membandingkan diri dengan yang situasinya lebih sulit dari kita sendiri agar kita mampu banyak bersyukur.
Mari kita belajar mengelola diri belajar ikhlas dengan setiap proses kehidupan agar kita menjadi pribadi layaknya cake yang cantik dipandang mata dan rasanyanya pun sesuai dengan kecantikannya. Sehingga setiap yang mendekatinya merasakan manisnya kepribadian kita layaknya mencicipi sepotong cake yang manis yang rasanya tak mudah dilupakan. mari menjadi cake kehidupan yang dinikmati manfaatnya oleh banyak orang. 
bagi penulis ini adalah perenungan diri dan harapan serta pembelajaran diri agar penulis pu mampu menjadi pribadi secantik cake dan berasa manis. menjadi seloyang cake kehidupan yang mampu melahirkan karya karya yang bermanfaat bagi ummat. aamiin

Edisi menikmati cake yang cantik dan manis.
Ummu arrahma 15 februari 2016

1 Komentar untuk "cake kehidupan"

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel