Beberapa pertimbangan untuk berkariernya seorang ibu.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk ibu yang ingin berkarier di luar rumah.

Beberapa hati yang lalu saya dihadapkan dengan calon karyawati di RS tempat saya bekerja. Seperti biasa saya bertanya beberapa hal asal nya darimana? Usia berapa? Sudah berkeluarga atau belum? Motivasi bekerja? Dan beberapa pertanyaan lainnya.

Lalu pertanyaan dijawab dengan lancar. Ternyata calon karyawati ini seusia dengan saya, tinggalnya jauh jarak yang harus ditempuh setiap hari 3sampai 4 jam menuju ke Rumah sakit. Dan beliau sudah berumah tangga memiliki anak 3. Yang paling kecil baru berumur 4 bulan dan alasan beliau bekerja karena jenuh tinggal dirumah. Dan dulu waktu gadis biasa bekerja. Suami bekerja sebagai guru PNS.

Saya sangat terkejut sekali seorang ibu dengan 3 orang anak dan yg terkecil masih bayi mau bekerja dengan jarak yang sangat jauh. Yang lebih membuat saya shock jawabannya jenuh dirumah terus. Jarak rumah dan tempat bekerja 3 sampai 4 jam itu sangat lama dan melelahkan.

Saya aja bicara dari hati ke hati. Saya minta dia berfikir ulang sebelum benar benar terjun menjadi karyawati. Ada beberpa hal yang harus kita fikir kan ketika akan mengambil keputusan untuk berkarir bagi seorang wanita.

1. Ridho suami
     Jelas yang utama adalah keridhoan seorang suami bila istri bekerja. Karena suami yang berkewajiban mencari nafkah. Jangan sampai suami tidak ridho dan kita tetap nekad berkarier. Jangan sampai rumah tangga hancur karena karier kita.

2. Anak anak
     Anak anak juga mesti menjadi pertimbangan utama kita. Komunikasikan dengan anak anak yang sudah terbiasa 24 jam bersama ibunya dan tiba tiba akan berpisah beberapa jam karena a ibu bekerja. Beri penjelasan dengan bahasa anak anak.
    Selain izin dari anak anak yg menjadi pertimbangan apakah anak anak akan tetep bisa menjadi prioritas utama kita. Apakah semua keperluan anak tetep mampu kita berikan meskipun kita bekerja? Apakah dengan kita bekerja anak anak tetap aman, nyaman?

3. Alasan kenapa kita memilih berkarier.
    Kita harus punya alasan kenapa kita mesti berkarier? Seorang wanita yg ingin berkarier  setelah lama menjadi ibu rumah tangga dan suami cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga harus memiliki alasan dan dasar yang kuat.
     Kalau Alasannya karena jenuh coba di evaluasi lagi apakah bekerja tidak akan menemui kejenuhan? Tentu akan ada masanya jenuh ditempat bekerja. Semua akan menemui kejenuhan baik ibu rumah tangga ataupun ibu yg berkarier.
    Jadi kalau alasan jenuh berada dirumah bukan berkarier untuk menghilangkan jenuh. Coba keluar dari zona rumah ikut kegiatan yang bermanfaat dilingkungan. Waktu me time yang kurang bisa menjadi kejenuhan. Coba atur jadwal me time yang menyenangkan.

4. Mental baja
     Tempat berkarir itu penuh tantangan ada banyak sekali persaingan dalam dunia karier. Jangan dibayangkan enak kalau bekerja dandan cantik modis, ketemu banyak orang dapat uang dari keringat sendiri.
      Tempat bekerja dimana pun sebagai apapun tetap penuh dengan tantangan. Banyak macam tabiat manusia banyak tipe orang didunia kerja. Kalau saya selalu mengatakan lebih banyak yang tidak suka dari pada yang suka. Karena persaingan kadang kadang kejam. Ada yang main sikut sana sikut sini demi mendapatkan jabatan. Ada yang cari muka dengan atasan hanya utk sekedar pujian tanpa perduli menjatuhkan teman yang lain. Menghadapi situasi yang tak terduga itu yang membutuhkan mental baja.
    
4 point tersebut hanya sedikit dari banyak point yang lain. Dan dari 4 point tersebut saja bisa jadi keputusan berkarier akan dapat mengorbankan banyak hal. Keutuhan rumah tangga, anak anak yang terbengkalai. Perhatian ibu yang kurang karena waktu sudah habis di tempat bekerja pulang dengan jarak jauh akan sudah menyita waktu kebersamaan dengan anak anak.sampai rumah dengan situasi lelah tidak mampu tersenyum lagi dengan anak anak.

Lelah akan membuat situasi rumit mudah marah, melayani suami tidak maksimal, didekati anak anak yang rewel mudah marah. Sehingga rumah terasa tidak nyaman karena kita pulang dengan lelah bukan bahagia lagi. Mampukah kita tetap bahagia dengan segala rasa lelah yang mendera.

Kerasnya dunia kerja juga sangat mempengaruhi kondisi wanita saat berada dirumah.ketika ditempat bekerja bertemu dengan orang orang yang menghalalkan banyak cara utk mencari jabatan bisa jadi kita akan merasa tidak nyaman. Ketidak nyamanan hati akan sangat berpengaruh ketika kita berada dirumah. Bisa jadi pelampiasan ketidak nyamanan itu kepada keluarga. Karena ditempat kerja kita tidak mampu melampiaskan ketidak kenyamanan itu.

Seperti calon karyawati yang diatas saya ceritakan. Setelah kami bicara panjang saya membayangkan anak umur 4 bulan akan berpisah dengan ibunya berjam jam. Masa masa kecil anak anak tidak akan terulang, masa masa bersama mereka itu sebentar saja nanti ketika anak anak tumbuh besar maka kita akan rindu masa bersama mereka. Rindu bercanda rindu menyuapi rindu memeluk mereka. Karena ketika mereka sudah beranjak besar pasti akan malu diperlakukan layaknya anak kecil.

Akhirnya karyawati ini berpikir panjang, menimbang banyak hal untuk keputusan besar. Saya sarankan banyak solusi kegiatan agar tidak jenuh bahkan saya ajak utk berbisnis dari rumah. Mencoba mencari potensi lain yang mampu digali dari dirinya utk berkarier dirumah tanpa meninggalkan buah hati.

Dan keputusan besar diambil. Esok harinya calon karyawati tidak datang ke ruangan saya untuk training hari ke 2. Dan saya menghadap ke bagiannya HRD ternyata beliau sudah mengambil keputusan besar yaitu berkarir dirumah bersama anak anak. Keputusan yang sangat mulia semoga bisa menjadi ibu terbaik bagi anak anaknya. Dan menjadikan anak anak generasi emas dimasa mendatang Aamiin:-)

Ummu arrahma
Metro, 26 April 2016
ika.bambangg@gmail.com

6 Komentar untuk "Beberapa pertimbangan untuk berkariernya seorang ibu."

  1. Berkarir dirumah jauh lebih utama, jangan kayak saya udah terikat jadi Abdi Negara...jika suami sudah mencukupi segala kebutuhan dan rumah tangga damai2 saja apalagi yang mau dicari diluar? Mungkin ibu itu perlu kegiatan lain dirumah supaya tidak jenuh supaya lebih bervariasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak sudah berkunjung. Benar sekali Mbk sebenarnya kalau boleh memilih saya suka berkarir dirumah bersama anak anak.

      Hapus
  2. Ketika memilih berkarir di luar rumah, kita memang harus punya alasan kuat ya, Mbak. Saya sendiri sdh bekerja sebelum menikah, dan alhamdulillah ketika sudah menikah, suami ridho saya tetap kerja. Katanya, kalau ilmu saya bisa bermanfaat dg bekerja, kenapa tidak?

    Salam kenal, Mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya alasan yg kuat dan benar. Bukan mencari kesempatan untuk keluar rumah demi kesenangan atau menghilangkan kejenuhan.
      Terimakasih umm sudah berkunjung. Jazakillah kehadiran khatsir

      Hapus
  3. Mengangkat fenonena wanita berkeluarga yang ingin tetap berkarya. Oke banget mabk.. mengalir tulisannya. Tidak ada kesan menggurui. Jabaran mengenai apa yang harus dimiliki oleh ibu bekerja membantu wanita yang terkadang "lengah" akan hal tersebut.

    BalasHapus
  4. Terimakasih Mbk sudah berkunjung.
    Betul mbak kadang wanita malah malu mengakui dirinya ibu rumah tangga merasa rendah diri didepan teman teman yg berkarier. Padahal ibu rumah tangga itu banyak sekali pekerjaannya hampir 24 jam ya. Hehehe

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel