BERSAHABAT DENGAN DIABETTES MELLITUS



BERSAHABAT DENGAN DIABETES MELLITUS

            Ada kondisi kondisi tetentu yang memerlukan kontrol gula darah lebih sering meskipun sudah mampu bersahabat dengan diabetes. Kondisi tersebut adalah pada saat penderita diabetes dalam kondisi sakit, sedang melakukan aktifitas luar biasa atau ketika didapatkan kadar gula darah yang selalu tinggi atau selalu rendah.
            Agar tidak menjadi beban sebaiknya penderita diabetes bertahap. Latihan dapat dimulai dari yang paling ringan sesuai kemampuan baik secara waktu maupun secara intensitas. Dapat dimulai dengan 5 menit aerobiksetiap hari, 1 sampai 2 minggu pertama, bertahap ditambah 5 menit sampai mencapai 20 samapi 60 menit, 3 sampai 5 kali seminggu. Bila kuat boleh naik tangga 10 menit, 2 sampai 3 kali sehari. Ada baiknya sebelum melakukan latihan fisik berkonsultasi dengan dokter jenis latihan fisik apa yang paling cocok.         Bagaimana bila ternyata kita sulit untuk bersahabat dengan latihan fisik? Bisa karena keterbatasan waktu bisa karena memang tidak ada kemauan bisa juga karena ada pertimbangan lain sehingga latihan fisik tidak dianjurkan. Maka hendaknya lebih aktif bergerak misalkan: tidak menggunakan remote bila menonton televisi, jalan jalan saat televisi sedang iklan, berkebun, main dengan anak anak, naik tangga bukan lift, jalan jalan ketika telephon, parkir jauh dari tujuan, dan aktivitas lain yang aktif bergerak.
BERSAHABAT DENGAN  DIABETES MELLITUS
            Bersahabat dengan diabetes adalah cara lain menikmati hidup. yang terpenting mampu menerima kenyataan bahwa menyandang diabetes adalah status baru yang harus diterima. Mengikuti setiap program manajemen diabetes dengan teratur secara bertahap. Harus diingat bertahap bukan berubah total. Karena merubah pola hidup yang bertahun tahun dilakukan butuh waktu lama tidak semudah membalikan telapak tangan.
            Bersahabat dengan jadwal, jumlah dan sekarang jenisnya. Penderita diabetes harus menghindari jenis jenis makanan tertentu contohnya gula murni, madu, permen, cake, sirup dan semua jenis makanan yang banyak mengandung gula murni. Yang sangat sulit dihindari adalah ketika makanan jenis jenis ini selalu tersedia dirumah makna akan sulit untuk dihindari, oleh karena itu peran keluarga sanagt berperan. Keluarga lain harus membatasi menyediakan makanan yang mesti dihindari. Kalau pada saat pesta atau bertamu ada cake yang sangat menggoda boleh saja makan tapi dibatasi. Sekedar untuk menghilangkan rasa ingin saja.
            Bila pasien sudah mampu bersahabat dengan pola hidup maka yang tak kalah pentingnya adalah pemantauan kadar gula darah secara teratur. Pada yang belum bisa bersahabat dengan diabetes mellitus membutuhkan kontrol gula darah lebih sering karena biasanya untuk pasien yang belum mampu beradaptasi dengan penyakitnya lebih cenderung kadar gula darah tidak stabil.pada kondisi ini maka pemeriksaan kadar gula darah bisa dilakukan setiap hari sampai dengan target stabil tercapai.
            Demikian lah sedikit ulasan tentang pentingnya bersahabat dengan diabetes mellitus. Karena penanganan pada penderita diabetes ini lebih personal. Perlakuan kita terhadap penderita yang satu dengan yang lainya tidak bisa disama ratakan. Meskipun sama sama menderita diabetes tapi persepsi masing masing penderita akan berbeda. Oleh karenanya dukungan keluarga sangatlah penting. Juga berada dalam stu komunitas penderita diabetes akan meningkatkan rasa percaya diri pada pasien karena akan memunculkan bahwa yang menderita diabetes itu banyak yang sehat dan mampu melaluinya juga banyak.
            Jumlah penderita diabetes mellitus di dunia, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini berkaitan dengan perubahan pola hidup tradisional menjadi pola hidup modern. Peningkatan obesitas, dan kegiatan fisik yang berkurang.
            Kondisi pasien yang tidak mampu bersahabat dengan diabetes melitus akan memperburuk kondisi penyakitnya. Pasien yang menyangkal sebagai penyandang diabetes akan menolak semua program menejemen diabetes yang harus dijalaninya. Pola makan yang harus diatur program diet sesuai kebutuhan yang ditentukan oleh ahli gizi, obat yang perlu diminum secara teratur, olahraga fisik yang mesti dijalani, jadwal kontrol gula darah semua akan ditolaknya. Maka yang terjadi kadar gula darah tidak terkontrol dan bisa saja terserang komplikasi karena kadar gula darah yang tidak stabil.
            Latihan fisik, penderita diabetes dianjurkan melakukan latihan jasmani sesuai dengan kondisi kesehatannya. Beberapa pasien mungkin perlu dipertimbangkan apakah latihan jasmani dapat merugikan kesehatan jantung, kaki, mata, dan masalah pada syaraf. Bahabat dengan latihan fisik secara bagi orang yang tidak terbiasa melakukan latihan fisik akan terasa berat akan merasa enggan dan menjadi beban.
            Minum obat secara teratur seumur hidup adalah salah satu pencetus frustasi pasien diabetes. Pasien merasa jenuh setiap hari harus mengkonsumsi obat secara terus menerus. Bagi yang baru terdiagnosa diabetes ini merupakan bayangan yang mengerikan. Sehingga mereka tidak mampu beradaptasi dengan baik dengan diabetes.
            Pada penderita diabetes yang sudah bersahabat dengan diabetes mellitus kadar gula darahnya lebih stabil, sehingga kontrol gula darah dapat dilakukan 1 samap 2 kali perminggu. Karena bila sudah bersahabat dengan diabetes penderita akan dapat menjaa diri mematuhi jadwal manajemen diabetes dan sangat berpengaruh pada kadar gula darah yang cenderung stabil.
            Penderita diabetes mellitus sering merasa frustasi karena sering merasa tertekan memikirkan penyakitnya sepanjang waktu. Mereka merasa tidak bebas menikmati hidup, merasa tidak bisa makan makanan kesukaannya, harus minum obat secara teratur seumur hidup, harus rutin mengontrol kadar gula darahnya. Belum lagi menghadapi anggota keluarga yang selalu mengingatkan jadwal minum obat, jadwal olahraga, mengawasi mmakannya, mengngatkan jadwal kontrol gula darah. Hal ini mengakibatkan penderita diabetes hidup sesperti tahanan yang selalu diawasi.
            Peran keluarga sangat penting, keluarga endaknya bukan bertindak sebagai alarm program manajeman diabetes. Tapi keluarga harus menjadi sahabat bagi penderita diabetes yang ikut berperan serta mensupport. Bukan malah menjadi polisi yang akan terus mengawasi pola hidup sehingga pasien menjadi menderita tekanan batin dan frustasi.
            Permasalahan yang sering dihadapi pasien diabetes mellitus adalah kemampuan pasien beradaptasi dengan penyakitnya. Banyak orang menyangkal ketika mengetahui dirinya menderita diabetes mellitus, dan tidak mau menerima kenyataan bahwa dirinya harus menjalani kehidupan sebagai penyandang diabetes mellitus. Bahkan ada orang membutuhkan waktu bertahun tahun untuk mau merubah cara hidupnya.
            Pola makan adalah yang paling utama harus diperhatikan. Merubah pola makan adalah sangat berat bagi penderita diabetes karena salah satu tanda diabetes adalah rasa lapar yang terus menerus, sementara itu mereka harus membatasi konsumsi makanan. Sangat dilematis sekali. Bersahabat dengan pola makan baru harus bertahap. Mulai mengatur jadwal makna teratur dulu. Jarak makan pasien dengan makan selanjutnya adalah 3 jam jika pasien diabetes sarapan jam 7 pagi maka jam 10 pagi boleh makan buah. Jarak interval waktu 3 jam berikutnya baru makan siang sekitar jam 13 siang lalu 3 jam berikutnya boleh makan snack sore misal pisang rebus 1 buah. Interval 3 jam selanjutnya makan malam.
            Sebenarnya apabila pasien mampu menjaga pola hidup secara teratus pasien tidak perlu mengkonsumsi obat diabetes seumur hidup. tapi dengan catatan mampu bersahabat dengan pola hidup diabetes mellitus, mampu menjaga pola makan dan latihan jasmani secara teratur dan rutin. Sehingga kalori yang dimakan dan yang dijadikan energi seimbang.
            Setelah jadwal makan maka selanjutnya adalah jumlah makanan yang boleh dimakan. Mengurangi porsi makan adalah salah satu yang sangat sulit. Maka cara bersahabat untuk mengurangi porsi makan bertahap. Cara bertahapnya yaitu dengan mengambil makan sesuai porsi normal biasaya lalu setelah dipiring kurangi dengan sendok 1 sendok kembalikan ke wadah nya lagi. Esok hari lakukan lagi tapi yang awalnya mengurangi 1 sendok ditingkatkan menjadi 2 sendok hari selanjutnya bertambah begitu terus hingga sesuai dengan porsi kebutuhan dietnya.
            Setelah mampu menerima penyakitnya, maka mulai bersahabat dengan pola hidup yang baru. Pola hidup yang dijalani bukan untuk menyiksa atau menyembuhkan diabetes. Program yang dijalani bertujuan untuk menstabilkan kadar gula darah agar berada dalam batas normal. Harus bertahap menjalaninya tapi harus ada tekad yang kuat ada komitmen dan konsisten menjalaninya.

Belum ada Komentar untuk "BERSAHABAT DENGAN DIABETTES MELLITUS"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel