Belajar Memaknai Kehilangan Dari Ummu Salamah

Belajar Memaknai Kehilangan Dari Ummu Salamah




Kehilangan atau berpisah dengan belahan jiwa adalah sebuah peristiwa yang sangat menyakitkan. Kesedihan yang tak mampu diungkapkan dengan kata kata atau airmata sekalipun. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membiasakan diri tanpa belahan jiwa.
Jangankan kita manusia biasa dengan kadar keimanan yang biasa, bahkan istri Rosululloh pun sangat sedih ketika Rosululloh meninggal. Ada kisah yang sangat indah dan Romantis yang sangat menginspirasi saya ketika menghadapi masa masa berduka kehilangan suami tercinta.  Kisah ummu salamah sebelum beliau menjadi istri Rosululloh. Ummu Salamah sebelum menikah dengan Rosululloh adalah janda yang suaminya meninggal dunia karena sakit.
        Ummu salamah nama sebenarnya adalah Hindun binti Umayyah Al Makhzumiah dan suaminya bernama Abdullah bin Abdul Asad. Suami nya adalah sahabat Rosululloh yang telah berhijrah dua kali. Mereka memiliki anak yang bernama Salamah oleh karena itu Hindun lebih dikenal dengan nama Ummu Salamah.
Ummu salamah adalah wanita yang cantik dan solihah, serta taat kepada perintah suaminya. Ummu Salamah dan suaminya adalah pasangan yang saling mencintai. Ujian cinta mereka cukup banyak apalagi dengan keislaman mereka sedangkan keluarga Ummu Salamah adalah orang Quraisy yang sangat menentang ajaran Islam kala itu. Ummu slamah dengan setia mendampingi suami tercinta dalam situasi sesulit apapun.
             Hingga pada suatu hari Abdullah suami Ummu Salamah menderita sakit yang parah. Ummu Salamah sangat sedih dan gelisah menghadapi suami dalam kondisi yang sangat sulit. Dan kala itu suami Ummu salamah mengerti akan kegelisahan istrinya. Meskipun sudah sangat sulit untuk berbicara karena kondisi yang semakin parah suami Ummu salamah sangat memahami kondisi istrinya.
Suami Ummu salamah berpesan bahwasannya bila beliau meninggal meminta istrinya membaca doa yang pernah diajarkan oleh Rosululloh. “ sesungguhnya kita milik Alloh, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Alloh berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”  
        Suami Ummu salamah mengatakan kalau seorang istri yang solehah akan taat dengan perintah suaminya. Dan jika Ummu Salamah taat maka harus membaca doa yang diajarkan Rosululloh tersebut. Karena itu bukan hanya perintah tapi merupakan wasiat dan ummu Salamah diminta suami untuk melaksanakannya. Kemudian suami Ummu salamah membacakan doa untuk Ummu salamah “ Semoga Alloh memberimu  ganti suami yang lebih baik dariku dan lebih menyayangimu.”   
          Dan akhirnya mereka harus mengakhiri kisah kasih mereka didunia. Ummu Salamah sangat sedih berpisah dengan kekasihnya untuk selamanya. Tak mampu lagi membendung airmata kesedihan duka yang sangat dalam menerima takdir wafatnya sang suami. Namun Ummu Salamah adalah wanita solihah sehingga sangat taat kepada suaminya. Kesalihahnya membuatnya ingat setiap pesan dan wasiat suaminya sehingga ummu salamah membaca doa yang diminta suaminya. Meskipun hatinya tetap bertanya laki-laki manakah yang mungkin sama dengan suaminya, laki-laki manakah yang akan lebih baik dari suaminya? Apakah ada didunia ini yang  lebih baik dari suaminya?
         Dan Ummu Salamah menolak lamaran para calon Khulafa’ ar-rasyidin dimasanya karena ia merasa suaminya lebih baik baginya dari pada mereka. Dan Alloh mengirimkan sebaik baik ganti baginya dengan sebaik baik manusia untuk mendampinginya, beliau adalah Muhammad SAW.  
Kisah yang sangat indah, penuh makna dan pelajaran. Dimana kita belajar dari kesetiaan seorang istri kesolihan wanita yang sangat taat kepada suaminya. Juga belajar akan keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani takdir kehidupan.
                 Orang yang mampu menerima takdir Alloh dan menerima kehilangan dengan ikhlas adalah orang dengan kadar keimanan yang tinggi. Dimana mereka meyakini Alloh adalah sebaik-baik penolong, meraka yakin akan ada hikmah dibalik setiap musibah yang menimpa. Akan ada ganti yang lebih baik dari setiap kehilangan. Alloh menyiapkan hadiah yang tak pernah disangka manusia atas musibah yang menimpa saat mereka kembalikan musibah sebagai takdir terbaik dari Alloh.  Mereka ridho dan memohon pahala dan ganti yang lebih baik dari-Nya.
                  wanita biasanya memiliki masa berduka yang panjang, terkadang terlalu sering mengeluh kepada selain Alloh. Bahkan kadang sulit untuk menerima kenyataan takdir yang pahit dari Alloh. Wanita terkadang lebih sering meratapi nasib dalam kegalauan hati. Kehilangan pegangan jiwa adalah pukulan yang sangat berat.

              Kehilangan adalah sesuatu yang pasti akan kita alami. Tapi percayalah diminta atau tidak Alloh akan gantikan apapun yang hilang dari kehidupan kita. Bahkan akan diganti dengan yang lebih baik dari apa yang hilang. Mari belajar dari ketabahan dan kesalihan Ummu Salamah. Selagi ada kesempatan mari manfaat kan waktu yang ada untuk menjadi istri yang salihah yang patut menjadi kebanggaan suami kita kelak ditaman surga. 

10 Komentar untuk "Belajar Memaknai Kehilangan Dari Ummu Salamah"

  1. Terima kasih ilmunya. Kisah yang inspiratif, Ummu.

    BalasHapus
  2. Sama sama ummi nadliroh, terimakasih sudah mampir.

    BalasHapus
  3. Sama sama ummi nadliroh, terimakasih sudah mampir.

    BalasHapus
  4. Masya allaah bagus mba tulisan nya.. tetap semangat ya mba.. barokallaahu fik

    BalasHapus
  5. Masya allaah bagus mba tulisan nya.. tetap semangat ya mba.. barokallaahu fik

    BalasHapus
  6. Masya allaah bagus mba tulisan nya.. tetap semangat ya mba.. barokallaahu fik

    BalasHapus
  7. masya allah, barokallah fik
    mbak Ika, sungguh indah muhasabahnya. Teladan yang indah.

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel