idhul fitri lebih berwarna dengan keikhlasan untuk melepaskan.



Hari raya Idhul Fitri tahun ini adalah tahun ke dua merayakan tanpa ayah dari anak-anakku. Selalu ada rasa khawatir jika anak-anak sedih karena merayakan tanpa ayahnya. Sebagai seorang ibu tentu kesedihan anak adalah menyakitkan.

Alhamdulillah ketika takbir menggema malam itu anak-anak tidak bersedih, meskipun sepanjang malam mengenang kembali malam takbir bersama Ayah tercinta. anak bercerita dengan penuh canda tawa. meskipun mereka rindu tapi satu hal yang pasti mereka ikhlas.

"Ayah lebaran tahun ini pasti bangga dengan mbak Rahma, karena mbak Rahma sudah mewujudkan cita-cita Ayah. Mbak Rahma terawih dimasjid seperti dulu yah, ikut tadarus Al-qur'an sampai khatam 6x dan mbak rahma kirim hadiah doa setiap hari buat Ayah." begitu celoteh sulungku.

Alhamdulillah ramadhan tahun ini satu cita-cita Ayah diwujudkan oleh Rahma.Ramadhan terakhir sebelum kepergian Beliau sering memberi nasehat dan harapan agar Rahma rajin belajar ngaji dan cepat Al-qur'an. Berharap dibulan Ramadhan berikutnya Rahma bisa ikut tadarus Qur'an di masjid.

Memang tak akan sama idhul fitri tanpamu cinta, kalau dulu sepanjang libur kita berkeliling silaturahmi ke semua sanak saudara. Tahun ini kami memilih mudik dirumah Orangtuaku dan lebih banyak diam dirumah. Karena keluar bersama anak-anak tidak aman dengan lalu lintas yang ramai. Hikmahnya bertemu banyak family yang silaturahmi dirumah Orangtua.
 

Idhul Fitri tahun ini meskipun rindu selalu mewarnai setidaknya tidak ada airmata yang menyertai. Mengikhlaskan membuat langkah menjadi ringan, memaknai kehilangan dengan lebih bijak.Bukankah mengikhlaskan bukan berarti melupakan. karena pada kenyataannya cinta masih terbingkai dengan cantik di dalam hati kami. Doa-doa kami akan selalu menjadi pengikat cinta kita.


7 Komentar untuk "idhul fitri lebih berwarna dengan keikhlasan untuk melepaskan."

  1. Barokumullah, untuk Mbak Ika dan keluarga. Semoga anak2 tumbuh menjadi anak yg sholih sholihah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ummi Jazakillah sudah berkunjung di blog ini.

      Hapus
  2. Banyak cara Allah menyayangi umatNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Adakalanya Alloh mengganti kebahagiaan dengan kesedihan dan air mata, tapi yg harus kita ingat Alloh pasti mengembalikan kebahagiaan itu dg cara yg indah.

      Apapun yg hilang didunia ini akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih indah. Untuk memahami ini butuh ketegaran jiwa dan keihlasan hati yg lapang seluas samudra.
      Terimakasih kang tiesna suporternya dan kunjungannya ke blog ini.

      Hapus
  3. Banyak cara Allah menyayangi umatNya

    BalasHapus
  4. semangat mbaa... akan indah pada saatnya...

    BalasHapus
  5. semangat mbaa... akan indah pada saatnya...

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel