Menulis Adalah Semangat Hidupku



            Saya mengenal menulis sejak kecil, pelajaran yang paling kusukai adalah mengarang. Entahlah rasanya menulis ibarat bercerita tanpa berbicara. Meskipun tulisan tanganku tidaklah rapi tapi setiap kata yang ku tulis adalah ungkapan hati yang terdalam. Berjalannya waktu hobby saya tidak berjalan lurus dengan cita –cita masa depan.
            Takdir hidup membelokan hati saya yang tidak berbanding lurus dengan hobby. Profesi saya sebagai perawat menyita banyak waktu sehingga tak sempat untuk menggeluti dunia menulis. Meskipun sering menulis dalam bentuk status facebook, sekedar menulis ungkapan hati yang tersimpan dalam notebook dan cukup disimpan setelah ditulis.
            Setelah berumur lebih dari tiga puluh tahun ternyata kegiatan menulis kembali menjadi hobby bahkan menjadi sebuah kebutuhan bagi saya. Berawal dari mengalihkan rasa kehilangan yang terlalu dalam yang tak mampu diungkap dengan ribuan kata. Menulis ibarat saya berbicara dengan diri sendiri mengeskpresikan apa yang ada dalam diri. Menulis adalah cara saya menyimpan setiap proses menjalani fase kehidupan.
            Berawal dari mengisi masa iddah saya mulai tertarik mengikuti training menulis, masuk group menulis, belajar membuat blog yang berkali-kali gagal. Semakin hari semakin menikmati dunia menulis meskipun masih dalam taraf belajar. Seperti kecanduan menulis rasanya sehari tidak menulis kok ada yang kurang. Meskipun tulisan tidak selalu berupa artikel atau buku sekedar status facebook merupakan salah satu bentuk eksistensiku didunia menulis.
            Ketika menulis status di facebook atau diblog tentang pengalaman kehilangan ternyata tidak jarang ada yang ikut menangis. Dari sana saya sadari ternyata tulisan yang berasal dari hati akan sangat mempengaruhi pembacanya. Maka menulislah dengan tulus diawali dengan niat yang baik dan tulis dengan hati agar pesan dari tulisan tersampaiakn kepada yang membaca.
            Saya masih ingin terus eksis di dunia menulis, ingin terus belajar untuk meningkatkan kualitas tulisan saya. Karena menulis adalah salah satu yang membuat saya bangkit dari keterpurukan kehilangan belahan jiwa. Setiap tulisan saya menjadi potongan puzzle dari hancurnya sebuah hati sampai menyusun setiap puingnya menjadi utuh kembali. Dapat saya lihat dari tulisan tersebut saya mampu mengenang sejarah diri saya sendiri. Berharap kelak tulisan saya akan menjadi kenangan indah untuk anak-anak saya bagaimana ibunya berjuang menjadi kuat meskipun rapuh.
            Menulis membuat saya terus ingin belajar membuka wawasan agar tulisan saya selalu berdasar ilmu dan pengetahuan terbaru. Menulis memaksa saya untuk rajin membaca karena seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik. Tulisan yang berkulitas tentunya memiliki dasar yang benar bukan berdasarkan emosi penulisnya saja.
            Menulis merupakan sarana untuk mengajak pembacanya mengikuti apa yang penulis tuliskan. Misalkan penulis mengajak untuk berbuat baik inshaAlloh pembacanya akan terinspirasi untuk berbuat baik. Oleh karena itu penulis hendaknya menulis hal-hal yang menginspirasi, mengajak kejalan yang benar, menulis menjadi saran dakwah.
            Menulis adalah sarana untuk berbagi ilmu yang kita miliki. Saat ini saya ingin menulis buku tentang hidup bahagia dengan diabetes mellitus, karena saya adalah educator diabetes maka saya ingin berbagi ilmu dalam sebuah buku. Saya belum bisa berbagi ilmu secara langsung dengan banyak penderita diabetes berharap dengan tulisan saya semakin luas yang mendapat ilmunya.
            Menulis juga menghasilkan rupiah, tapi pada prinsipnya bukan itu yang saya cari. Saya percaya ketika kita mau berbagi apapun itu maka Alloh akan memberi lebih dari apa yang kita bagi. Ketika niat saya menulis adalah berbagi ilmu, ingin menginspirasi orang lain, mengajak kedalam kebaikan maka rupiah akan datang melalui jalan yang tidak disangka-sangka. dengan kualitas tulisan yang terus meningkat percayalah tulisan-tulisan ini akan menghasilkan rizqi yang barokah. Rizqi yang barokah bukan hanya uang, coach menulis yang kompeten, teman belajar yang sellau memotivasi, ide-ide tulisan yang mengalir merupaka rizqi yang lebih baik dari hanya sekedar rupiah.
            Menulis adalah ladang pahala bagi saya, karena saya berharap setiap tulisan saya mampu memotivasi orang ke jalan kebaikan. Dan ketika orang yang mebaca tulisan tersebut menjadi lebih baik maka saya berharap melalui tulisan ini akan mengalir pahala dari amal jariyah saya. Semoga tulisan ini mengalirkan pahala bagi saya yang tak akan terputus hingga saya meninggal nanti.
            Menulis adalah semangat hidupku, karena menulis menghadirkan banyak rasa. Menulis memberi banyak warna kehidupan. Menulis membuatku bangkit dari keterpurukan. Menulis merupakan candu yang membuat saya terus ingin belajar menjadi penulis yang baik. Ada harapan besar kelak tulisanku akan menjadi kenangan terindah bagi banyak orang. Tulisan adalah warisan bagi kedua putriku agar mereka terinspirasi untuk menebar kebaikan dengan cara mereka.
            Menulis adalah cara  Alloh menyayangi saya, mengganti apa yang hilang dari kehidupan saya. Ketika Alloh mengambil kekasih hati dan  ikhlas melepaskan karena yakin suatu saat Alloh akan ganti setiap apa yang hilang dari hidup ini. Saat ini saya sadari ternyata kehilangan itu diganti dengan orang-orang yang dikenalkan dari menulis, teman yang selalu menyemangati dari tulisan, saudara yang memberi support untuk terus menulis, menulis dan menulis.

            Harapan saya semoga setiap tulisan saya membawa manfaat, menjadi inspirasi, menjadi doa yang diijabah, Karena tulisan yang baik juga merupakan doa dari penulis dan pembacanya. Semoga setiap tulisan saya menjadi investasi pahala yang akan menjadi salah satu kunci pembuka pintu surga. Aamiin, 

Ika Ummu arrahma
Metro, 27 Agustus 2016


6 Komentar untuk "Menulis Adalah Semangat Hidupku"

  1. semangat mbk. salam kenal. mohon bimbingannya ya hehe.

    BalasHapus
  2. semangat mbk. salam kenal. mohon bimbingannya ya hehe.

    BalasHapus
  3. Inspiring mba ika :)
    Alloh percaya, mba ika mampu bertahan menjadi ibu sekaligus menjadi ayah untuk 2 malakaitnya.
    semangat ..... *mengepalkantangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin terimakasih mbak doanya juga kunjungannya ke blog saya.tadi saya jalan jalan ke blog Mbk atiqo tp mau meninggalkan jejak kok inetnya tiba tiba gangguan.
      Isi blog Mbk atiqo bagus kisahnya memiliki 1 tema. Blog saya isinya campur campur Mbk.

      Hapus
  4. Aamiin. Semangat Mbak Ika. Allah tahu kalau Mbak kuat.

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel