Cinta Tak Saja Cukup






Angka perceraian setiap tahun semakin tinggi, gosip perceraian para selebritis papan atas pun setiap hari menjadi berita. Umur pernikahan yang berakhirpun sangat variatif dari yang baru hitungan bulan, tahun bahkan setengah abad pun ada.

Terlintas pertanyaan apa penyebab sebuah perceraian yang menjadi hal biasa saat ini. Pernahkan bertanya apa alasan mereka dulu menikah, apa yag menyatukan dua hati ke jenjang pernikahan. Pernikahan adalah Janji yang di ucapkan atas nama Tuhan, bukan permainan yang tanpa pertanggung jawaban. 

Banyak yang mengatakan alasan sebuah pernikahan karena cinta, merasa nyaman, sudah lama saling kenal dan merasa sudah cocok. Lalu kemana larinya alasan-alasan mereka yang menjadi dasar keputusan untuk menikah? 

Dan ternyata cinta saja tidak cukup kuat untuk menjadi landasan rumah tangga. karena cinta akan terkikis habis oleh waktu, akan terurai oleh kejenuhan, dan akan menghilang terganti dengan beban tanggung jawab. Cinta hanya ada diawal pernikahan, ketika badai ujian menerjang cinta akan semakin kabur entah dimana. 

Cinta akan terganti dengan emosi saling menyalahkan, merasa paling benar, tanpa ada lagi sebuah toleransi. Tak pernah mencari kemana cinta bersembunyi, tak pernah mencari jejak cinta yang semakin hilang diantara keegoisan jiwa. 

Cinta saja tak cukup jadi dasar sebuah pernikahan, tanpa ada sebuah komitmen dalam jiwa bahwa hidup tak selamanya indah. Biduk rumah tangga adalah perahu kecil yang berlayar di tengah samudra dengan badai yang siap menerjang, ombak besar yang siap menghantam perahu kecil. dan ketika nelayannya tak siap maka yang terjadi perahu hanya luruh karam tak berbekas.

Cinta hanya lah dayung kecil untuk berlayar, dan dibutuhkan  saling percaya kedua nelayan bahwa perahu dengan dayung kecil akan mampu berlayar dilautan. Modal terbesar adalah kerja sama, bergandengan, dan saling menguatkan ketika lelah mendera. Bukan saling menyalahkan ketika ombak menerjang, bukan sama-sama menyerah ketika lelah mendera. 

Cinta saja tak akan mampu menghantarkan hingga pintu surga. Karena perjalanan panjang butuh bekal yang banyak, butuh keberanian dan kekuatan. Godaan yang menyertai perjalanan bukan hal yang mudah dilalui, ketika melihat perahu yang lebih indah hendaknya saling mengingtakan bahwa perahu yang indah belum tentu tangguh. Tetapi perahu kecil yang selalu berjuang bersama adalah perahu terhebat yang akan menepi hingga surga.

Modal terbesar sebuah pernikahan adalah kemantapan hati untuk bersiap menghadapi begitu banyak ujian. Ujian akan datang dari segala arah kehidupan bahkan dari cinta itu sendiri. Setiap pasangan yang akan menikah hendaknya memiliki kesiapan untuk berjuang bersama bukan sibuk mempertanyakan cinta. karena hidup tak cukup kata kata manis serupa cinta tetapi penuh kepahitan yang penuh makna.

Belum ada Komentar untuk "Cinta Tak Saja Cukup "

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel