luka dari sebait kata




Suasana memanas menusuk hati
Akibat muntahan lahar dari mulut mungil
Tajamnya bagaikan silet, pedas bagai rawit

Mulut mungil bagaikan kawah panas
Mendekat lah jika ingin terbakar
Jauhpun masih terasa terik

Ada hati yang terluka berdarah darah
Tersembunyi di balik wajah kaku
Tersamar diantara senyuman hambar

Ada doa terucap disudut sana
Ada sumpah serapah tak terelak
Dari yang  teraniaya karena sekerat lidah

Lidah oh lidah
Mudahnya kau lukai sepotong hati
Dari muntahan lahar panas dari sebait kata

Ingatlah akan ada waktu
Dimana tuhan bertanya tentang lidah setajam silet
Luka itu akan sembuh namun menyisakan bekas
Bekas yang tak hilang dimakan waktu.

Ummu arrahma
21 Februari 2017

Belum ada Komentar untuk "luka dari sebait kata"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel