Aku dan Menulis

Berawal dari tahun 2015 mulai mengenal dunia menulis, mengisi waktu senggang dan menuliskan isi hati karena kerinduan. Kehilangan suami dengan dua anak kecil membuatku lebih banyak curhat sama kertas dan laptop bahkan dengan media sosial. Status yang isinya menguatkan diri sendiri ternyata banyak menginspirasi orang lain. Akhirnya dunia menulis menjadi sahabat terbaik dalam menikmati kehilangan. Hingga kecemplung di group IIDN atau Ibu-Ibu Doyan Nulis yang di gawangi oleh Teh Indari Mastuti. Titik awal saya belajar menulis dengan benar dari IIDN lalu kenlan dengan banyak training-training menulis baik dari Indiscrip maupun dari group gartisan di Facebook. Menulis membuat aku berbeda, membuat aku belajar banyak hal baru. Menulis menjadikan aku ingin terus tumbuh, bertunas dan terus bertunas degan ilmu baru. Banyak yang bertanya kenapa menulis? Menulis menghasilkan uang ya sampai begitu sukanya menulis? Dari hasil menulis dapat uang berapa sih? Banyak sekali yang bertanya penghasilan saya dari menulis apalagi ketika beberapa antologi terbit. Saya suka menulis, bahkan bisa dikatakan menjadi kecanduan menulis. Tiada hari tanpa menulis meskipun tidak semua tulisan saya publikasikan. Ada beberapa tulisan yang saya simpan karena belum menemukan ending yang pas dihati saya. Kalau saya bisakah menulis menghasilkan uang? Jawabnya pasti iya dong. Banyak penulis yang sudah menghasilkan jutaan rupiah apalagi kalau bukunya best seller. Tapi kalau saya yang mengawali menulis baru hitungan bulan, rasanya terlalu berlebihan memiliki target penghasilan dari menulis. Bagi saya saat ini menulis adalah proses belajar bukan proses mencari profit. Jika ada rizki dari menulis yang di terima dan di syukuri sebagai motivasi untuk lebih baik. Orientasi saya menulis lebih kepada berbagi manfaat, berharap apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi orang lain. Berharap apa yang saya tulis membuka pola pikir orang lebih positif. Ketika tulisan-tulisan saya bermanfaat bagi orang lain maka merupakan jalan pahala bagi diri ini. Bukan kah manfaat kebaikan yang berakhir menjadi tabungan amal kebaikan lebih berharga dari pada sekedar rupiah. Menulis adalah ajang belajar karena ketika menulis saya juga membuka banyak literatur dari banyak sumber. Karena apa yang saya tulis tentunya sebuah fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula itu adalah motto saya. Menulis bagi saya adalah kebutuhan, membuat saya belajar, menjadi motivasi untuk mengamalkan apa yang saya tulis, dan tentu saja menjadi menjadikan setiap tulisan sebagai catatan sejarah bagi saya. Setidaknya kelak ketika saya tak lagi hidup di dunia ini tulisan-tulisan saya terus bermanfaat bagi orang lain. Menulis bisa menjadi pelepas lelah, penyemangat diri, melepas stress, mengeluarkan isi hati yang sulit untuk diutarakan secara lisan. Menulis menjadi separuh hidupku karena menulis telah menegmbalikan semangat hidupku. Teruslah menulis jangan pernah berhenti selama darah masih mengalir. Ummu Arrahma Metro 2 April 2017

Belum ada Komentar untuk "Aku dan Menulis"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel