Meredam Emosi Dengan Diam

Lidah setajam silet begitu istilah untuk orang yang sangat mudah melukai hati orang lain hanya dengan menggunakan lidahnya. Bisa kita bayangkan jika silet saja hanya melukai kulit luar dari tubuh kita tetapi lidah mampu melukai hati oranglain betapa tajamnya lidah tak bertulang. Lidah sangat mudah melukai hati manusia karena emosi yang tak terkontrol. Orang dengan emosi meledak-ledak sangat mudah mengeluarkan kata yang menyakitkan orang. Karena kemarahan membuat orang tidak mampu memilah kata-kata yang baik, cenderung mengeluarkan kata yang negatif dan tajam menusuk hati. Hanya karena kata-kata yang dikeluarkan lidah tak bertulang sering kali memutuskan tali silaturahmi karena perasaan terluka, terhina, dan terdzolimi. Betapa dahsyatnya kata-kata yang keluar dari lidah yang tersulut emosi. Lukanya yang ditimbulkan mungkin bisa saja sembuh namun akan tetap meninggalkan bekas yang tak dapat dihilangkan. Bekas yang akan terus menjadi bayang-bayangi dalam menjalin hubungan silaturahmi. Mengikuti hawa nafsu saat marah maka tidak akan menemui rasa puas dan akan terus-menerus tak ada keinginan untuk berhenti. Yang dapat menghentikan hanyalah diri sendiri dengan meredam nafsu amarah. Bagi orang yang sangat mudah berkata-kata tajam hendaknya belajar menjaga emosi. Belajarlah untuk diam ketika emosi menguasai diri. Melampiaskan emosi dengan kata-kata hanya menghacurkan silaturahmi. Diam bukan berarti kalah karena dengan diam berarti kita menang mengalahkan nafsu. Mencegah diri kita untuk melukai hati orang lain dengan kata setajam silet.

Belum ada Komentar untuk "Meredam Emosi Dengan Diam"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel