Aku Takut Jatuh Cinta


                                                  

Sebagai gadis remaja pada umumnya pasti ingin merasakan jatuh cinta seperti pada anak seusianya. Begitu pula dengan Aku yang masih mencari jati diri, pasti penasaran bagaimana rasanya dicintai atau mencintai seseorang. 

Tetapi rasa penasaran itu terkalahkan oleh rasa takut. Sebagai anak sekolah yang hidupnya di rantau jauh dari orangtua aku memiliki tanggung jawab besar atas diriku sendiri. Memegang kepercayaan yang diberikan oleh orangtua adalah sebuah amanah besar. Tentu saja aku harus berhati-hati menjaga diri. 

Nasehat orangtua yang selalu mengingatkan  untuk menjaga diri, tidak pacaran sebelum lulus sekolah, dan tidak mengecewakan harapan mereka. Ternyata nasehat-nasehat tersebut tertenam kuat dalam otakku. Sehingga keinginan untuk jatuh cinta pada usia remaja menjadi sebuah dosa besar bagiku. 

Takut untuk jatuh cinta sebelum waktunya adalah sebuah ketakutan terbesar. Aku selalu mengingatkan diri sendiri untuk focus sekolah dan kuliah. Tidak dipungkiri kalau rasa tertarik kepada lawan jenis selalu mewarnai, namun dengan meluruskan niat aku semua rasa dapat terhapuskan. 

Takut jatuh cinta sebelum waktunya memang seharusnya ditanamkan kepada anak-anak remaja. Jatuh cinta adalah fitrah namun ada saat yang tepat untuk melabuhkan cinta agar tidak salah tempat. Apalagi kondisi saat ini yang serba bebas membuat makna cinta bergeser dengan nafsu. Sehingga pemahaman anak akan cinta cenderung absurd, tidak jelas dan tanpa makna. 

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu aku semakin memahami makna cinta yang lebih hakiki. Karena jatuh cinta sebelum waktunya bisa saja membuat kita celaka, ketika sikap kekanak-kanakan makna cinta hanya bermanja-manja, berkasih mesra tanpa menyadari tanggung jawab besar. Aku bangga ketika jatuh cinta saat pemikiran sudah dewasa di usia yang matang. Maka sudah mampu memiliki visi dan misi dalam cinta. 

Aku jatuh cinta ketika usia 25 tahun dan sudah bekerja, jatuh kepada imam yang sudah dewasa. Usia kami yang sudah matang membuat kami memutuskan untuk menikah dan pacaran setelah penikahan. 
Jatuh cinta yang tepat adalah ketika rasa cinta membuat kita semakin dekat dengan Sang Maha Cinta yaitu Allah SWT.  Jatuh cintalah pada saat Allah benar-benar menakdirkan untuk siap menjadi sepasang hamba yang kuat mengarungi samudra cinta yang penuh angin, badai, serta ombak besar. 

Cinta membutuhkan pemikiran yang matang dalam menjalaninya, tidak cukup dengan rayuan receh yang melenakan. Karena tanggung jawab cinta bukan terletak kepada nikmat dunia namun akan sampai hingga kehidupan di akherat kelak. Maka jatuh cinta harus disaat yang tepat dan tentu jangan salah alamat. Agar makna cinta menjadi nyata dan membuat hidup bahagia dunia akherat. 


Jatuh cinta yang benar adalah saat sudah halal, yaitu ketika janji suci atau akad nikah terucap.  Jatuh cinta sebelum halal yang ada hanyalah sebuah kisah picisan yang dihiasi nafsu. sedangkan Jatuh cinta setelah halal meletakan cinta kepada Alloh sebagai landasan. Mengenal pasangan setelah halal itu nyata bukan lagi modus, bukan hanya kamuflase sarat nafsu. Cinta yang hakiki adalah yang menjaga kesucian cita itu sendiri dengan iman sebagai pengokoh dalam ikatan. 

Belum ada Komentar untuk "Aku Takut Jatuh Cinta "

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel