Kisah Tanah Tergerak



Senja mencekam
Tanah bergerak
Laut bergemuruh
Angin ribut

Jeritan pilu membahana
Takbir menggema
Istighfar berdengung
Bocah menangis

Langit suram
Tiada lagi senyum apalagi tawa
Air mata laksana hujan
Darah mengalir dimana-mana

Tuhan ada apa gerangan?
Sekenario apakah ini?
Berjuta tanya berkelebat
Tapi tak jua terjawab

Gempa dimana-mana
Seolah Tuhan ingin berkata
Inilah dunia hanya tempat sementara
Hitungan detik  ratusan mati bersama

Kamu... iya kamu...
Sudah siap apa ?
Ketika tiba-tiba tanah tempat berpijak bergerak
Rumah-rumah roboh, tanah terbelah  

Lihat yang di sana
Jauh mata memandang telinga mendengar
Sudahkan hati bergetar
Atau hanya sekedar lisan yang berkata “kasihan”

Sudahkan hatimu bergetar
Hingga mengulurkan tangan
Sejauh apa bisa bergerak
Membantu mereka nan terluka

Ketika tanahmu bergerak
Tanya hatimu siapkah terluka
Ketika tanahmu bergerak
Tumpukan harta hanya cerita

Sungguh kawan,
Jangan kau tunda bantulah mereka
Hingga kau tahu rasanya luka itu nyata
Rupiah yang kau bangga kelak tak berguna
Jika kau tumpuk tiada makna.

Donggala,
kukirimkan cinta
dalam rangakian kata
Sebuah rasa cinta tak terkira
Hanya doa yang ku punya
Di  sini kami pun terluka
Karena tak bisa berada di sana

Malam, 29 September 2018

4 Komentar untuk "Kisah Tanah Tergerak"

  1. Ternyata ummi jago juga buat puisi? Sangat dalam dan menyentuh, penuh makna yang tersurat.

    Semoga kita semua selalu berada di lindungan-Nya ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin terimakasih.
      Kalau lagi melow bisa bikin mbak kalah lagi enggak melow ya enggak bisa mbak hehehehe.

      Memang ini lagi sedih lihat bencana dimana mana.

      Hapus
  2. Semoga saudara-saudara kita terlindungi. Cantik nian mbak puisinya :)

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel