Teman Hidup





Aku pulang dengan langkah lesu tak semangat. Aku  serabutan dengan penghasilan yang tak pasti. Seperti sore ini aku pulang hanya membawa uang seratus ribu rupiah hasil jadi sopir serep angkot. Aku tetap bersyukur karena istriku tidak pernah diberi nafka berapapun.

“Assalamuallaikum, Bapak pulang.”
“Waalaikum salam,” Ranti Istriku  menjawab salam lalu mencium tanganku takzim.
“Anak-anak kemana bu?”
“Masih di masjid Pak,” jawab istriku sambil membawakan air minum
“Bu, ini rizqi kita hari ini,” aku memberikan selembar uang seratus ribuan
“Alhamdulillah, bisa untuk belanja berbuka besok pak.” Ucap Ranti tersenyum
“Ya sudah Bapak mandi dulu ya gerah.”

Begitulah Ranti diberi uang berapapun tak pernah cemberut. Kadang aku berfikir bagaiaman cara nya mengatur uang yang sedikit tanpa pernah mengeluh. Aku miskin tak punya apapun tapi Aku merasa menjadi Pria paling kaya karena memiliki Istri Solehah sebaik-baik perhiasan dunia. 

Setelah mandi Aku duduk di ruang tamu dengan segelas kopi hitam. Ranti duduk disampingku nampak cantik sekali dengan jilbab kuning yang ku belikan saat lebaran tiga tahun lalu. Tanpa gincu dan bedak tapi tetap cantik dimataku karena senyum tulusnya yang tak pernah pudar. 

“Bu, untuk sahur pertama masak apa?”
“Alhamdulillah masak tempe bacem dan sambal goreng saja, tak apa ya pak menunya seadanya?” jawab Ranti nampak tak enak karena menu seadanya.

“Ya tak apa bu, kalau ibu yang masak tempe jadi rasa daging,” aku menjawab sambil bercanda. Sedangkan Ranti sudah merona malu, dan bahagia. 

Tuhan nikmat mana lagi yang ku dustakan, karunia istri yang konaah sudah membuatku bahagia. Rasa lelah yang mendera rasanya hilang tak berbekas hanya melihat senyumnya. Ranti adalah teman perjalanan hidup yang sempurna dimataku, penguat jiwa yang penuh cinta. Semoga berjodoh hingga kelak di surga.

#ODOP 
#FF
#Fiksi

2 Komentar untuk "Teman Hidup "

  1. Bahagialah suami yang dapat istri seperti Ranti. Bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah swt melalui suami berapapun besarnya tentu menyenangkan hati suami.

    salam

    BalasHapus
  2. terima kasih, semoga kelak saya bisa menjadi Ranti aamiin

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel