Aku dan buah Cerry




Sore ini terasa indah sekali, Aku sengaja pulang lebih cepat dari kantor. Mampir ke supermaket membeli udang yang akan ku jadikan hidangan special malam ini. Dia yang amat ku cinta akan pulang dari dinas luar kota. Wajar bukan kalau aku ingin menyambutnya dengan hidangan kesukaannya udang asam manis. 

Sampai dirumah aku langsung ke dapur memasak sesuai dengan rencanaku. Lalu menyiapkan meja makan dengan hiasan lilin dan bunga agar napak sedikit romantis. Anggap saja ini dinner ala saya.
Setelah acara masak dan menyiapkan dinner sederhana selesai, selanjutnya saatnya menyiapaka diri sendiri. Segera bergegas mandi dan memoles dengan make up natural. Aku memilih gamis berwarna peach yang aku padukan dengan jilbab berwarna senada. Tidak lupa parfum dengan aroma cerry kesukaan ku, harumnya yang lembut dan manis mejadikan aku merasa nyaman. 

“Assalamuallaikum.” 

 “ waalaikum salam, ya sebentar.”
 
Ku dengar suara salam diluar rumah, lalu aku bergegas keluar dari kamar sambil menjawab salam. Pasti itu dia Lelaki kesayangan ku yang sangat ku rindu. 

Benar sekali saat ku buka pintu ku lihat Dia tersenyum lebar, menatapku penuh kerinduan. Aku segera menyambutnya dengan mengambil tangannya dan mencium punggung tangannya sebaga tanda baktiku. 

“Apakabarmu dek? Sehat kan?” dia bertanya sambil mengecup keningku.

“Alhamdulillah, ade kangen Mas.” Jawabku manja lalu berhambur memelukanya.

“Sama dong, ayo masuk masa mau pelukan dilihat orang lewat.” 

Aku tersipu malu mendengar jawaban beliau, saking rindunya sampai lupa kalau masih di depan pintu. Kami masuk kedalam rumah masih dengan berpelukan, baru berpisah satu minggu begini rasanya bagaimana kalau sampai berbulan-bulan ya. 

“hem, mas mencium aroma masakan yang sangat menggoda. Adek masak apa sih?” tanyanya bersemangat. 

“Ada deh, special buat Mas tersayang pokoknya.” Jawabku semangat 

Lalu kami berjalan menuju ke ruang makan, dimana disana sudah ku siapkan untuk kami dinner romantis. 

“Wah, manis sekali. Adek romantis sekali.” 

“Iya dong, buat Mas harus special dan romantis.” Jawabku sambil tersenyum

“Mas juga punya yang special buat Adek,” 

“Oh ya? Apa mas?” tanyaku penasaran. 

“ Ini mas bawakan buah cerry kesukaanmu.”  Jawabnya sambil memberikan parcel kecil berisi buah carry.

“ Makasih ya mas ingat kesukaan Adek.”

“Pasti ingat dong, karena cerry itu seperti kamu lho dek.” Jawabnya sambil mencubit hidungku.

“ kok bisa mas? Masa ade disamakan dengan buah cerry.” aku tak terima disamakan dengan buah.

“Iya, buah cerry ini berwarna merah, mungil, berasa manis, kan seperti kamu dek, kamu juga mungil, manis, romantis, dan kalau malu merah merona pipinya. Jadi kalau lihat buah cerry pasti terbayang adek tercinta.” Jawabnya panjang lebar. 

Aku bahagia sekali, jantungku berdegup kencang rasanya ingin meledak saking bahagianya mendengar rayuan suamiku yang manis sekali. Indahnya malam ini, melepas rindu dengan lelakiku yang sangat manis dan romantis. Kalau aku ibarat buah cerry dia ibaratkan apa ya?

Belum ada Komentar untuk "Aku dan buah Cerry"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel