Aku Terluka Karena Penghianatan


 
Julurkanlah hijabmu menutupi perhiasanmu
Siapakah aku, yang kadang merasa tida dihargai. Padahal aku akan menjadi jalan kebaikan bagi para Muslimah yang salihah. Tanpa Aku tubuh-tubuh mereka akan terbakar api neraka. Sungguh aku adalah salah satu identitas muslimah, tanpa menyatakan dirinya muslimah melihatku dalam diri para wanita  pasti semua tahu di seorang muslimah. 

Sayang sekali saat ini aku merasa bukan diriku lagi, aku bukan lagi menjadi identitas kebanggan mereka. aku hanyalah asesoris untuk mempercantik kaum wanita . Diriku sekarang bukan diriku yang dulu lagi, kemajuan zaman membuat fungsiku banyak berubah. 

Dulu, aku sangat jumawa, karena setiap wanita memakaiku adalah wanita salihah, yang dalam dirinya terpaut cinta kepada Allah. Tidak banyak memang yang memakaiku dulu kala, segelintir orang saja. Bahkan wanita yang memakaiku dulu penuh perjuangan untuk untuk menjulurkanku di tubuhnya. 

Sekitar tahun 1998-1999 wanita yang hingga kini menggunakan ku ini berjuang untuk mempertahakan diriku ditubuhnya. Sempat nilai nya najlok karena dianggak tidak patuh aturan pendidikan, sempat dimarah keluarga dianggap fanatik, dianggap islam garis keras oleh banyak kalangan. Dulu dia berjuang demi selembar kain dikepala yang menjulur indah menutup segenap auratnya. 

Hujan airmata kala itu, baik diriku dan dirinya. kami saling setia demi kehormatan diri sebagai muslimah. Tiga tahun duduk di banku kuliah dia rela tak memiliki kartu perpustakaan demi menjaga aurat. Kala itu peraturan harus mengumpukan pas foto dengan menampakan aurat jadi harus melepakan aku. Dia dengan setia tak pernah sedikitpun rela melepasku. 

Sedih bukan kalau sekarang aku dihianati banyak muslimah. Banyak yang dengan bangga mengenakanku dengan model modern, namun tanpa malu naik panggung goyang dangdut. Alloh aku malu, sangat malu, ketika nanti aku menjadi saksi di akherat apa yang akan ku ucapkan. 

Banyak bangga mengenakankku menutupi seluruh tubuh namun akhlaknya tak karuan, atau mereka membuat aneka model yang membuatku cantik sekali, tapi tak sesuai aturan syar’i. Bahkan ada yang membuatku dari kain yang sangat tipis sehingga auratnya tetap nampak. Aku sedih, aku terluka, aku dilecehkan. 

Aku hanya ingin menjadi kain segi empat, dipakai oleh mereka muslimah yang taat, yang kelak menuju surga. Aku ingin menjadi penyelamat di akherat, bukan menjadi penghias kecantikan di dunia, memamerkan urat dan aku dijadikan identitas. Tak perlu dibuat cantik, tapi buat aku manfaat membawa ke surga nan indah. 

Mungkin mereka takut memakaiku dengan benar membuat tak cantik dan tak menawan. mungkin aku dianggap kuno jika tak buat cantik. Setiap wanita yang mengenakanku dengan benar akan selalu cantik, berakhlak baik, dan impian para pria nan solih. Ah, mereka akan semakin berharga dengan menutupi aurat dengan benar. Sayangnya mereka tidak paham, atau mungkin malah tak ingin paham. 

Aku ingin membalut aurat mereka yang taat, yang menjadikanku sebagai kebanggaan muslimah. Aku ingin melihat kelak mereka menjadi Bidadari bermata jeli, karena kegigihan mereka menjaga aurat. Aku ini hanya selembar kain, jika di letakan di bawah hanya menjadi keset, kain pel. Namun ketika seorang muslimah menggunakanku untuk menutup aurat adalah kebanggan terindah bagiku. Tolong duhai muslimah salihah kembalikan aku seperti dulu. Aku rindu mereka yang mengagungkanku sebagai lantaran menuju surga. 

Hijab lebar tak sedikitpun menghalangi langkahku sebagai muslimah


#Tantangan_6 
#TantanganODOP6 
#onedayonepost #OdopBatch6 #fiksi

Belum ada Komentar untuk "Aku Terluka Karena Penghianatan"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel