Memilih Cinta Yang Lebih Berhak Untuk Dicintai




Judul Buku  : Elena
Penulis         : Ellya Ningsih
Penerbit       : Katadepan
Tebal Buku  : 288 halaman
ISBN             : 978-602-5713-65-1
Tahun Terbit : 2018

Beberapa waktu yang lalu saya sempat kepo banget dengan status para ibu-ibu yang heboh membicarakan tentang part demi part Elena di facebook. Sebenarnya saya juga ingin ikut membaca tetapi ketika mendapat cerita bukunya naik cetak, saya jadi malas baca yang di facebook. Alasannya pasti enggak ketemu endingnya, beli novelnya sajalah ya. Lebih nyaman baca novelnya dari pada buka part demi part di facebook. Rizki memang enggak kemana, saya malah dikirimi adik tercinta novelnya. 

Novel yang sangat fenomenal ini memang sangat menarik, dari cover bukunya saja sudah menarik dan cantik. Buku ini menceritakan tentang cinta dua orang anak manusia yang terbentur dengan keyakinan yang berbeda. Menyadari kisah mereka bukan hal yang mudah, namun sulit untuk berpisah nyatanya berakhir dengan kesalahan. Cinta yang membuat terlena berakhir dengan penyesalan panjang. 

Elena dan Eugene tak pernah mengira bahwa kesalahan dalam memaknai cinta berujung dengan luka yang sulit diobati hanya dengan cinta itu sendiri. Eugene  baru menyadari cintanya terlalu dalam kepada Elena justru ketika sudah kehilangan sang kekasih hati. 

“Perempuan itu, perempuan yang sudah lama dikenalnya sangat lama. Terlalu lama sampai terlambat menyadari bahwa dia sangat mencintainyadan ketika akhirnya tersadar, dirinya telah kehilangan.”(hal.31)

Hubungan cinta yang rumit semakin rumit ketika muncul lelaki lain yang menjadi pilihan orangtua Elena sebagai menantu Idaman. Berusaha menentang, perjodohan dengan orang yang tak dikenal dan hanya melalui biodata sesosok lelaki duda beranak satu, entah dari mana. 

Namun, orangtua Elena bersikeras, menurut mereka duda beranak satu yang mempunyai keyakinan yang sama jauh lebih baik daripada lelaki single tak beragama. Elena merasa di-skak-mat. (hal 85)

Ibnu, sosok suami solih yang sangat menghargai Elena sebagai seorang istri. Tak pernah memaksa Elena untuk menjadi sosok yang solihah. Terus bersabar membersamai meski hati Elena masih terpaut dengan lelaki di masa lalunya. Bahkan Elena belum mampu menyentuh hati Maryam putri kecil Ibnu. Hingga hari itu kesalahan terbesar terjadi antara Elena dan Eugene hingga Elena membuat sang suami menunggu hingga pagi. 

Kesalahan itu membuat Elena merasa bersalah terhadap suami yang belum dicintai namun sangat menyayanginya. Kesalahan yang harus ditebus dengan jatuh bangun untuk bertahan dan terus bertahan. 

Hingga Ibnu membuka rahasia siapa dirinya yang sesungguhnya, mengapa memilih Elena sesosok wanita yang jauh dari kriteria muslimah solihah. Sepucuk surat dari safitri sahabat Elena kala itu menjadi kunci rahasia Ibnu dan menjadi perekat hubungan Ibnu dan Elena menjadi lebih baik. 

“Untukmu Elena sayang, menyerahlah kepada Robb-Mu. Setiap orang berhak untuk menjadi lebih baik, sekelam apapun masa lalu yang kau punya. Jangan khawatir sakit hatimu, biar Allah saja yang menyembuhkannya. Jangan kalian khawatir perasaan cinta yang belum hadir di antara kalian. Cintai saja Allah dulu. Orang yang sama-sama mencintai Allah keduanya tidak akan sulit untuk saling jatuh cinta. (hal.104)

Siring berjalannya waktu, cinta merekah antara Elena dan Ibnu. Beriringan, dalam rengkuhan cinta Ibnu membuat Elena jatuh cinta kepada Robbnya. Menjadi sosok muslimah yang membuat hubungan nya membaik bukan hanya dengan Ibnu tetapi juga dengan anak Ibnu yaitu Maryam. 

Takdir bahagia belum berpihak kepada Elena, ketika Elena melahirkan sosok bayi bermata biru. Sungguh, hebat cemburu membakar Ibnu, amarah meluluh latakan bahagia yang ada. Sosok bayi bermata biru lahir diiringi air mata dan kepedihan hati. Meskipun pada akhirnya Ibnu bis amenerima kenyataan, namun sebagai laki-laki rasa terluka dan cemburu menjadi kan nya terluka hebat. Hingga Ibnu tak mampu memberi nafkah batin bagi Elena. 

Demi menyelamatkan diri dari zina Ibnu memilih menikah lagi dengan sosok wanita lain. Sungguh ujian demi ujian di lalui Elena dengan tegar karena cinta Robbnya yang menghunjam dalam jiwa. Airmata sudah kering untuk menetes karena cinta kepada manusia. 

“Allah itu Maha Pencemburu, Nak.  Dia tidak ingin hamba-Nya mencintai sesuatu atau seseorang lebih daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dia menimpakan kepedihan agar kita tidak berharap kepada manusia dan berpaling kepada-Nya. Terus meminta pertolongan Allah dengan shalat dan sabar. Barangkali, Dia akan memberikan jawaban tidak seperti pilihanmu, tapi yakinlah pilihan-Nya selalu benar.” (hal 169)

Ada sosok yang mencintai Elena dengan tulus sedang berjuang mengenal Robbnya dengan kesungguhan hati. Ia dia adalag Eugene yang merasakan ikat batin dengan Al anak Elena yang dari fisiknya saja dia sudah tahu anak siapa Al sesungguhnya. Namun, Eugene sadar tidak mudah hadir bermodal cinta saja, Elena sudah memilih cinta Robbnya yang utama. Bertanya dengan banyak orang yang paham Islam bahkan di kanada pernah berjuma dan berdiskusi dengan Ibnu  bersama Adinda istri muda Ibnu. 

Dengan kemantapan hati Eugene mengucapkan dua kalimat sahadat, di Pondok Pesantren milik Abah orantua dari safitri sahabat Elena yang juga sudah menjadi orangtua bagi Elena. Abah sosok yang sangat mumpuni dalam agama mempertanyakan keyakinan Eugene untuk memeluk Islam dengan segenap keyakinan Eugene mengatakan “ Gaya hidup dalam Al Quran semata-mata untuk menyelamatkan.” (hal 220)

Novel ini begitu indah, bagi saya sebagai sosok wanita belajar banyak hal menjadi wanita yang kuat. Sungguh Elena dalam kisah ini muslimah yang kuat dan tangguh karena ujian yang bertubi-tubi. Memaknai cinta dengan begitu dalam. Bahkan ketika harus memilih antar Ibnu suami yang sudah menduakannya, bahkan airmata sering mengalir karenanya. Eugene sang pria di masa lalu yang masih menggetarkan hati. Bahkan memandangnya seolah jatuh cinta berkali-kali. Namun, pilihan nya adalah sosk yang mengenalkan dia kepada cinta kepada Robb. 

“Kenalilah Rabb-mu agar kau menjadi ridha atas semua takdirNya. Kelak Allah akan memeprtemukanmu dengan cinta yang baru, yang dijalin di atas keridhaan-Nya. Yang halal. Bertahanlah, bersabarlah, hijrah itu tidak mudah karena surga tidaklah murah” (hal.268)

Metro, 10 Oktober 2018

20 Komentar untuk "Memilih Cinta Yang Lebih Berhak Untuk Dicintai "

  1. Saya sempat mengikuti kisahnya di fb tapi sampai sekarang belum dapat novelnya. Mungkin nanti kalau pulang ke indonesia akan saya cari bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak keren banget ini novel. Belajar banyak hal dari sebuah novel.

      Hapus
  2. Sama dengan saya nih. Awalnya heran kenapa org2 bikin hestek #terElena, ternyata ada novel yg lagi ngehits di pesbuk. Saya sempat baca tapi blm selesai, hehe. Novel jg blm punya. Baca resensi ini jadi ada gambaran isinya. Terima kasih sharingnya, Um :)

    BalasHapus
  3. Agak bingung baca cerita mbak. Tapi jadinya malah penasaran. Hehehe... Nanti elena akhirnya sama siapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak memang alurnya campuran bikin penasaran.

      Hapus
  4. Memang mending langsung baca novelnya ya...enggak sepotong-potong dan enggak bakalan penasaran sama endingnya.

    Duh, Elena ini hitz dan viral bangets yak..pantes saja ceritanya kereen begini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ku ini baru belajar banget bikin resensi fiksi kok malah terkesan bikin cerpen ya mbak. Hahaha penasaran

      Hapus
  5. Mengikuti di fb, tapi tidak tuntas. Pengen baca novelnya

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Ini novel yg sangat banyak mengandung ilmu mbak. Beli dijamin gak bakal rugi.

      Hapus
  7. Selama ini gak pernah ngerti temen2 ngomongin apa sih. Rupanya tentang novel yang menarik. Jadi tertarik untuk baca novelnya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak keren banget pelajaran yg terkandung juga luar biasa.

      Hapus
    2. Baca novelnya mbak keren gemes baperan tapi banyak hikmah nya.

      Hapus
  8. Ceritanya memang bagus mbak. Dan menyentuh banget...kalau aku jadi tokoh si elena mah udah ga sanggup.hehehe

    BalasHapus
  9. pernah baca di fb tapi belum selesai, super woman

    BalasHapus
  10. Cerita yang keren dengan resume yang bagus.

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel