Penyesalan Abadi






Mentari merekah
Semangat membuncah
Mengejar harapan baru
Waktu bergulir iringi langkah
Saat Senja merona menyambut malam
Langit gelap menghantar tidur
Sang jiwa menyesal waktu berlalu

Berjalan bak juragan tanah
Tak lagi melihat tanah hanya langit yang terlihat
Lupa lah sudah bahwa diri dari tanah
Menyesal dalam beku
Kala tubuh di kubur dalam tanah

Seribu mimpi menjadi cita
Menumpuk harta sepanjang masa
Lupa sudah waktu sembahyang
lena akan datang sang pencabut nyawa
menyesal  tiada guna kala nyawa melangit sudah

Belum ada Komentar untuk "Penyesalan Abadi"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel