Pernikahan Adalah Kehidupan Yang Sesungguhnya






Judul buku      : Hijrah Sakinah
Penulis             : Hanny Dewanti
Tahun Terbit    :  2018
Penerbit           : ikon
Jumlah halaman : 240 halaman
ISBN               : 978-602-61440-8-9

Pernikahan adalah menyatukan dua sosok manusia yang berasal dari berbagai perbedaan baik itu latar belakang, pola hidup, kebiasaan, dan banyak lagi hal yang pasti berbeda.  Perbedaan ini membutuhkan energi dalam menyerasikan, bukan menyamakan. Karena untuk menjadi sama itu mustahil, tetapi mengharmonikan menjadi indah adalah pilihan.

Tentunya kita ingat ketika pesta penikahan semua mengucapkan selamat menempuh hidup baru, ah kalau saya boleh mengubah justru menjadi kalimat selamat datang di kehidupan yang sesungguhnya.  Bayangan pernikahan yang indah itu enggak sama dengan megahnya pesta pernikahan, atau seindah senyuman kala kata SAH terucap. 

Menjadi pengantin baru itu enggak selalu senyum yang menghiasi, banyak pasangan pengantin baru yang berderai airmata. Sungguh, karena banyak hal-hal tersembunyi yang tidak tampak sebelum pernikahan. Siapa yang mengira kalau ternyata suami yang membuat kita jatuh cinta tidak peka terhadap istri yang masih canggung dengan keluarga suami.  Kebiasaan suami yang jauh berbeda dengan kehidupan kita. Belum lagi mertua yang sangat cerewet, ipar yang maunya diikuti, dan banyak hal yang menjadi kejutan pahit di awal pernikahan. 

Saya tahu kalau saat itu Anda mulai menuliskan catatan hitam pertama suami anda, kan? Saat itu Anda mulai mencatat sakit hati pertama yang entah kenapa menjadi hal yang lebih mudah diingat dari pada prosesi pernikahan itu sendiri. (hal 5) 

Namun, di sisi yang lain sebagai seorang istri hendaknya juga bermuhasabah diri. Ah, mungkin kita saja yang mudah baper, terlalu perasa, mudah berprasangka, dan mudah kecewa. Padahal diri kita pun sebagai wanita memiliki banyak kekurangan, ya seperti sikap kita yang mudah kecewa itu termasuk kekurangan bukan. Jangan-jangan suami justru kecewanya jauh lebih besar dari pada kita. (hal.6)

Masalah yang sering terjadi dan memicu permasalahan menjadi besar adalah urusan financial atau pengelola keuangan. Permasalahan keuangan bukan hal remeh temeh sangat mempengaruhi keberlangsungan rumah tangga. seorang istri yang tidak di percaya mengelola keuangan biasanya merasa tidak dianggap atau diremehkan. Sayangnya, seringkali seorang istri sulit mengutarakan isi hati kepada suami. mereka memilih curhat kepada tetangga yang justru menjadi wartawan gosip di lingkungan. Tak jarang mereka malah siaran ulang tentang curhatan kepada tetangga lainnya. Tentu ini akan menjadi masalah semakin rumit. 

Ajak suami berbicara dengan hati tenang dan terbuka tentang apa yang anda pikirkan. Biasanya kalau bicara anda sistematis dan logis, suami akan paham, kok. ( hal.30)

Setelah fase pengantin baru terlewati masih ada fase selanjutnya, yaitu ketika kehadiran buah hati. Menyambut kehadiran anak terutama anak pertama tentu sangat membahagiakan untuk sepasang suami istri. Namun, kenyataan tak seindah bayangan lho. Ibu baru yang belum memiliki pengalaman mengasuh bayi tentu mengalami banyak hal yang berat. Beradaptasi memebagi peran antara menjadi istri dan ibu itu berat sekali. Belum lagi kalau suami yang tipe boss, apa-apa harus di ladeni bikin emosi jiwa. Berasa mengurus dua bayi dong. 


Saat anak tidur nyenyak, ayah baru pulang kerja malah menggagnggu anak tidur. Lebih memanjakan anak, membelikan apa saja yang diminta anak, belum lagi selalu membela anak ketika kita sebgaai ibu memarahi.  Sebagai Ibu ini pasti sangat menyebalkan, dan membuat perasaan lelah fisik dan hati. Merasa diabaikan, tidak dihargai usahanya mendidik anak agar mengikuti aturan yang diterapkan Ibu.

Bapak-bapak itu merasa  waktu yang diabiskan untuk anak sedikit. Sebenarnya mereka merasa berdosa juga. Berapa banyak waktu yang mereka habiskan di luar rumah? Seringkali bapak-bapak samapi hampir tidak pernah melihat wajah anaknya kerena pergi sebelum anak bangundan pulang setelah anak tidur. Begitu bertemu dengan anakanya, bapak ingin menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak tanpa repot memikirkan soal pendidikan atau yang lain. (hal.54)

Buku Hijrah sakinah yang ditulis oleh Hanny Dewanti, benar-benar membawa kita menelusuri perjalanan pernikahan kita. Bahasa yang khas dari penulisan yang blak-blakan apa adanya, membuat kita semakin terbawa arus untuk terus napak tilas dari pengantin baru hingga hari ini pernikahan berlangsung. Ternyata benar-benar nyata realistis banget. 


Pernikahan adalah perjalanan yang tentu akan banyak pergesekan yang terjadi, baik dengan pasangan kita, orangtua pasangan atau mertua, bahkan dari pihak lain seperti ipar, keponakan juga tetangga. Dalam buku Hijrah Sakinah berbagai pergesekan dikupas tuntas lengkap dengan solusinya. Bahasa yang ringan, mengalir membuat pembacanya merasa ketagiahan untuk terus membaca hingga akhir.  Sesuai dengan temanya mengatasi 55 maslah utama dalam  pernikahan seindah senyuman. 


Buku dengan tebal 240 halaman warna kertas berwarna pink sangat elegan, dan cantik. Cover buku juga unik dan menarik. Buku ini bukan saja untuk mereka yang berumah tangga, cocok buat yang akan melangkah menuju kehidupan berumah tangga. Bagi mereka calon pengantin tentu setelah membaca buku ini semakin siap menghadapi kejutan-kejutan dalam rumah tangga. Bahkan para suami sebaiknya ikut membaca buku ini, karena pergesekan adalam biduk rumah tangga solusinya adalah dari kedua belah pihak.


19 Komentar untuk "Pernikahan Adalah Kehidupan Yang Sesungguhnya"

  1. presensinya padet banget...membuat pembaca penasaran dan zengaja diarahkan untuk membeli buku ini...mantul

    BalasHapus
  2. Pernikahan itu diawali dengan ucapan selamat menempuh hidup baru.. itu bener loh kita bener2 masuk ke fase kehidupan yang baru sebagai wanita dan istri kita tiba2 meninggalkan keluarga kita dan hidup di keluarga org lain yang kadang bikin galau.. bener banget setelah menikah tau sifat2 suami yg sampai saat ini susah lupa karna nyelekitnya haha ini bukunya bagus banget mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ada lah ya mbak yg terkenang dimasa pengantin baru. Kalau saya kaget karena suami tuh pecinta bunga pagi siang sore bunga terus yg dielus-elus hahahaha aku cemburu dong sama bunga wkwkwkwk

      Hapus
  3. Buku yang keren dan pas dibaca yang akan menikah sebagai bekal juga pasutri untuk refleksi diri. Keren penulisnya Hanny Dewanti.
    Reviewnya lengkap Mbak..jadi bikin penasaran sama bukunya

    BalasHapus
  4. Pernikahan buat saya pribadi tempat untuk memperbaiki diri. Karena kita bisa belajar utk menjadi org yg lebih baik dan tdk egois lagi.
    Bukan hal yg mudah utk nenyatukan 2 pribadi yg berbeda.

    Setiap ada masalah langsung di slesaikan supaya tdk berlarut.

    Terima kasih utk review bukunya, mbak ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup setuju sekali mbak memang menikah sarana terbaik untuk menjadi lebih baik.

      Hapus
  5. Pernikahan itu ibarat kita masuk dunia baru & harus mempelajari hal2 yg juga baru & mengejutkan. Tapi kita menikah dg seseorang itu jg menikah dg seluruh keluarganya.

    Suami istri itu seperti sepasang kaki, ga bisa bersatu tp tetap jalan bersisian & tak terpisahkan.
    Buku yg bagus bagi pasangan muda.

    BalasHapus
  6. Membuka wawasan buat suami istri atau calon suami juga calon istri. Agar mereka siap dgn segala gesekan yg akan timbul dan mencari solusinya. Oke bnget ya Vikings bikin penasaran untuk mmbacanya...😊

    BalasHapus
  7. Wah bunda keren bacaannya bermutu semua. Iya bun, kehidupan sesungguhnya adalah setelah menikah. Banyak permasalahan yang complicated setelah menikah .bahwa pernikahan yang bahagia itu nggak tba-tiba tetbentuk. Perlu usaha, perlu waktu, perlu proses dan perlu belajar di dalamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupp betul sekali setuju, kadang ada air mata kadang gemes, kadang canda tawa pokoknya berwarna itulah bahagia.

      Hapus
  8. Bacaan wajib buat para pasangan dan calon pasangan untuk benar-benar siap menghadapi samudera pernikahan. Penulisnya kece nih. Perensensinya juga OK

    BalasHapus
  9. Bagus ya bukunya jadi pengen beli hihi. Makasih infonya bun. Tulisannya asyik banget dibaca.

    BalasHapus
  10. Ulasan Ummu Arrahma bikin penasaran pengen baca bukunya :) pernikahan adalah ibadah paling lama, emang perlu ilmu seperti yg ada di buku ini. Saya percaya isinya bagus, karena si penulisnya renyah banget gaya bahasanya pas memosting tulisan panjangnya di facebook. Sip!

    BalasHapus
  11. buku ini mewakili isi hati saya, mungkin juga wanita lain yang telah menikah. Bahasanya santai banget dan tidak menggurui. Beruntung banget ya bisa punya buku ini, Tapi saya belum selesai baca.hehehe

    BalasHapus
  12. Bacaan wajib buat pasangan pasutri niiih. Ilmunya berharga banget. Tfs, mbak. Jadi pengen beli bukunya.

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel