Self Editing Ala Saya





Sebagai penulis pemula, saya masih harus banyak belajar. Ternyata menjadi penulis enggak hanya tentang menuangkan ide dalam sebuah tulisan. Jangankan memahami apa-apa yang perlu dipelajari dalam hal menulis, bahkan jenis tulisan saja saya masih meraba-raba. Cuma mempraktekan ilmu menulis, menulis, dan menulis. 

Seiring berjalannya waktu, semakin menambah jam terbang terjun ke dunia menulis, mengenal banyak orang yang lebih senior dan saya semakin menyadari menulis, menulis, dan menulis enggak cukup. Membaca tulisan teman-teman yang bagus, membuat saya makin kepo. 

Akhirnya saya beneran rajin membaca tulisan teman-teman, sharing juga dengan teman penulis. Hingga saya mengenal hal baru yang bernama self editing. Kata mereka, untuk menghasilkan tulisan yang bagus, seorang penulis harus melakukan self editing sebelum memposting, atau menerbitkan tulisannya. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan dalam menulis, mengindari tulisan yang tidak sesuai tema, mengoreksi tata bahasa, dan sesuai belum dengan KBBI dan PUEBI. 

Self editing adalah hal baru bagi saya, oleh karena itu harus belajar dengan yang ahli dalam bidang ini. Akhirnya saya belajar teknik self editing dari berbagai sumber. Ternyata oh ternyata self editing tak semudah bayangan lo, wajar kalau bayaran untuk editor itu mahal. Self editing pada tulisan sendiri kadang membuat saya geleng kepala. Bagaimana tidak  bukan hanya editing yang saya lakukan tetapi merubah isinya. Jadi malah enggak selesai-selesai nulisnya. 

Kalau sekarang setelah membiasakan diri untuk melakukan self editing tidak mengalami banyak kesulitan. Bisa karena terbiasa mungkin begitu kata lainnya. Membisakan self editing memang bukan hal mudah apalagi kalau sudah berkaitan dengan deadline yang mepet.  Untuk itu saya melakukan beberapa hal dalam self editing ala saya agar mudah diantaranya:

1.      Tulis Dulu Baru Self Editing
Saya akan melakukan self editing pada tulisan yang akan saya posting tidak saat menulis. Tetapi saya akan menuliskan semua ide tulisan sampai selesai, lalu tinggalkan dulu bisa beberapa menit atau jam tergantung deadline sih. Kalau deadlinenya masih lama biasanya saya endapkan semalam. Tapi kalau mepet cukup beberapa menit saya tinggal istirahat. Setelah saya endapkan tulisan tersebut baru saya lakukan self editing  diawali dengan membaca ulang tulisan tersebut.

2.      Baca Dan Pahami
Tahap awal saat melakukan self editing adalah membaca setiap kalimat yang saya tulis. Membaca pelah-pelan sambil dipahami dan bila perlu diulang-ulang sampai paham. Dengan membaca berulang saya akan mengerti apakah kalimat tersebut bertele-tele atau tidak. Adakah kata yang tidak sesuai dengan KBBI, adakah tanda baca yang tidak pas, dan hal-hal detil yang kadang terlewat saat menulis.

3.      Koreksi Kalimat Yang Terlalu Panjang.
Saat menulis kadang tidak sadar jika kalimat yang saya tulis terlalu panjang. Sehingga pembaca bisa kelelahan membaca kalimat yang terlalu panjang. Jika menemukan kalimat yang terlalu panjang maka saya akan mengubah menjadi kalimat efektif, atau memecah satu kaliman menjadi dua kalimat. Hal ini sangat penting karena kalimat yang terlalu panjang sulit dipahami dan lelah saat membacanya.

4.      Cek Konsiten Tidak Dalam Menulis. 
Ini sering banget saya lakukan, bisa dikatakan saya lupa tidak konsisten. Misalkan di awal kalimat saya menggunakan kata saya eh ternyata di tengah menggunakan aku. Terus di beberapa bagian kembali menggunakan saya. Ini salah satu contoh tidak konsisten.

5.      Bersahabat dengan KBBI dan PUEBI
Self editing itu harus bersahabat dengan KBBI dan PUEBI, karena keduanya adalah panduan dalam menulis dalam bahasa Indonesia yang benar. Jangan sampai deh tulisan melenceng jauh dari kedua kitab tersebut, bisa  di sebut penulis yang tidak paham tata bahasa.


6.      Hapus Jika Ada Kalimat Sensitif.
Hapus jika kalimat yang mengandung hal-hal sensitif di dalam masyarakat. Hal tersebut misalnya menyiratkan tentang sara, pornografi, atau profokatif. Sebaiknya sebagai penulis menjauhkan dari hal-hal sensitif. Hal tersebut bisa memperburuk citra sebagai penulis. Saya sangat berhati-hati menulis yang bersinggungan dengan agama, ayat-ayat alquran, dan politik.

Self editing ternyata seru banget, membuat saya terbiasa menulis menggunakan bahasa sesuai KBBI dan PEUBI. Cerita tentang self editing ala saya ini memang sederhana belum sekelas dengan editor yang sudah tenar. Namanya juga self editing untuk tulisan pribadi, minimal tulisan saya tidak malu-maluin saat dibaca orang lain. ketika saya kirim naskah artikel atau naskah antologi editor tidak terlalu banyak koreksian untuk saya edit. 

Tulisan ini di ikut sertakan dalam kuis menulis alumni sekolah perempuan 

#ODOP_6
#Onedayoneposting
#KuisMenulis
#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN
#sekolahperempuan

Belum ada Komentar untuk "Self Editing Ala Saya"

Posting Komentar

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel