Menulis Adalah Cara Lain Untuk Berbagi



Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, membawa banyak manfaat. Seseorang  suka menulis adalah pembaca terbaik. Seorang penulis harus memiliki wawasan yang luas, informasi yang benar dari sumber yang jelas. Semua itu ada dalam tiap buku yang dibaca. Buku merupakan sumber inspirasi bagi seorang penulis, jadi wajar saja jika penulis memiliki buku yang luar biasa banyak. 

Saya suka menulis dan membaca buku baik fiksi maupun non fiksi. Bagi saya me time paling menyenangkan adalah dengan menulis dan membaca buku. Kedua hal tersebut tidak dapat terpisahkan dari kehidupan saya saat ini. Sayangnya, saya memiliki waktu yang cukup terbatas untuk melakukan kedua hal tersebut. Terlebih jika penyakit moody sedang kambuh, bisa dipastikan tidak menyentuh buku atau notebook untuk menulis. 


Penyakit moody ini harus disembuhkan, menyembuhkannya adalah dengan belajar konsisten untuk meulis, menulis, dan menulis. Konsisten sendirian itu berat, lebih berat dari rindunya Dilan, beneran lo ya. Qodarulloh saya bergabung dengan komunitas One Day One Post, di mana bersama-sama anggota komunitas harus konsisten menulis setiap hari. Jika tidak menulis harus drop out dari komunitas. 

Alhamdulillah dua bulan sudah digembleng untuk terus semangat menulis, menjaga moody agar tak patah semangat untuk menulis. Akhirnya dinyatakan lulus bergabung dengan komunitas ODOP dan mendapatkan sertifikat sebagai tanda lulus. Bahagia tak terkira perjuangan untuk mengikuti tata tertib komunitas selama dua bulan. Tak bisa dipungkiri rasa lelah, jenuh, dan kehilangan ide sering menghapiri. Namun dengan berkomunitas ada teman seperjuangan yang saling menyemangati. 

Perjalanan ini bukanlah akhir, justru ini merupakan awal. Dua bulan kemarin bisa diibaratkan gerbang, saat ini baru melangkah memasuki kelas untuk benar-benar belajar. Setelah dinyatakan lulus, semua yang mendapatkan sertifikat berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Kali ini di persilahkan untuk mengambil penjurusan sesuai dengan minat. Ada dua jurusan yaitu fiksi dan non fiksi. 

Non fiksi adalah minat saya, sejak masuk komunitas ODOP ketika ada tugas tantangan menulis pilihan selalu jatuh kepada non fiksi. Saya suka menulis memoar, artikel, dan sekarang ini suka sekali nulis resensi buku. Selama ini menulis juga masih sesuai moody, misal sedang suka parenting ya nulis parenting, sedang jalan-jalan nulisnya traveling, duh jadi kan isi blog gado-gado. 

Memang ODOP luar biasa nih, buat para penulis pembelajar macam saya ilmunya daging banget. Lezat dan bergizi tinggi kalau diibaratkan makanan nih. Hari ini saja baru masuk group non fiksi sudah dibuat keder berat. Langsung dapat tugas dan petuah-petuah yang luar biasa banget. Kelanjutan dari ODOP untuk menjadikan lulusannya enggak sekedar bisa nulis, tetapi berkualitas dan profesional. 

Hari ini diminta menentukan niche blog. Saya memang beberapa hari ini berpikir ingin punya blog tentang resensi buku. Alasan saya memilih niche resensi buku adalah saya suka membaca buku. Jika setiap buku yang saya baca dibuat resensi tentu akan sangat bermanfaat bagi para pembaca blog. Mereka yang mencari informasi tentang buku bisa mengulik dari blog saya.  Karena menulis itu adalah cara lain untuk berbagi, bisa berbagi informasi, motivasi, ilmu, dan hal-hal positif lain yang ada dalam tulisan kita. 

Sekarang ini informasi sangat dibutuhkan, ketika ingin membeli barang apapun kebanyakan orang mencari informasi melalui media sosial. Mencari review-review yang tersebar di berbagai media online. Demikian juga tentang buku, saya sendiri jika ingin membeli buku sering mengulik resensi buku dari para blogger. Sehingga ketika membeli buku sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Berdasarkan pengalaman ini saya pun ingin berbagi informasi tentang buku-buku yang saya baca. 

Harapan saya semoga bisa konsisten menulis resensi buku di blog, sehingga saya bisa menjadi blogger yang profesional dan berkualitas. Terpenting apa yang saya tulis bermanfaat bagi orang lain sehingga mejadi salah satu ladang kebaikan, menjadi tabungan pahala kebaikan bagi saya.

#ODOP_6
#NonFiksi
#onedayonepost

22 Komentar untuk "Menulis Adalah Cara Lain Untuk Berbagi"

  1. Saya request buku yang diresensi, buku tentang percintaan :D eaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, emak-emak lo ini mas apa ya pantas ya hehhehehe

      Hapus
  2. Ku tunggu resensi bukunya mbak. Lumayan nih.. Aku suka buku..

    BalasHapus
  3. Ah mba Ika ini sebetulnya bukan hanya berbagi melalui tulisan tapi banyak hal lain yang dilakukan mba. Luar biasa...salut 😊

    BalasHapus
  4. Wah emang keren bunda Ika ini.. di tengah kesibukannya masih bisa nulis panjaaang begini..

    Kata-kata "Seseorang suka menulis adalah pembaca terbaik" sepertinya aku harus belajar lagi menjadi pembaca yang semakin baik agar menulisnya bisa panjang 😂😂😂

    BalasHapus
  5. Setuju banget mba Ika, menulis itu adalah cara lain untuk berbagi

    BalasHapus
  6. Kita punya hobi yang sama mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah 😍😍😍 asiik dong bisa sharing kita.

      Hapus
  7. Akhirnya lolos odop juga, sebang banget ya mba 😘😘😘😘

    BalasHapus
  8. Semoga tujuan selanjutnya dipermudah terus...

    BalasHapus
  9. Waaa bakal sering buka blognya mba ika nih.

    BalasHapus
  10. Harpan yang sama mbak. Terimakasih supportnya, terimakasih bantuannya

    BalasHapus
  11. Menulis juga jadi terapi buat sayaaaa mb, biar makin setrongggg menghadapi segala aneka rasa kehidupan

    BalasHapus
  12. Halo assalamu'alaikum Mbak Ika, salam kenal. Ditunggu resensi bukunyaa 😄

    BalasHapus
  13. Assalamu'alaykum
    Ummi, jangan sambil ngeracun ya kalau ngasih resensi tuh :((

    BalasHapus
  14. Salam kenal MB ika, waah jd ga sabar pengen baca resensi bukunya

    BalasHapus
  15. Menulis adalah berbagi yang tak berujung, beramal yang tak berkesudahan, dan pahala yang berkepanjangan.

    Nyambung gak nyambung, demikianlah kiranya. Hehe

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel