Serunya Berbuat Kebaikan dan Belajar di Era Digital




Era digital, pasti yang terlintas di benak kita adalah media sosial, internet, gaya hidup yang serba teknologi. Semua orang akrab sekali dengan teknologi yang serba memudahkan manusia. Kenyamanan yang membuat orang jadi mager atau males gerak, serba mudah dan cepat. Elektronik menjadi salah satu kebutuhan pokok, ditambah dengan biaya pulsa dan data. Dikatakan kebutuhan pokok karena membantu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi wajar kalau dimasukan dalam daftar kebutuhan pokok manusia. 

Saya sendiri sangat nyaman dengan kemajuan teknologi digital. Hidup tanpa gadget jadi berasa sepi. Mengenal dunia digital beberapa tahun ini tentu memberi efek luar biasa, dalam konteks yang positif. Pergerakan saya di dunia maya sangat signifikan, terutama di dunia media sosial. 

Pertama kali menggeluti dunia maya adalah berselancar di facebook, mengenal banyak orang di dunia maya. Namanya dunia maya tentu banyak orang yang hidup penuh drama kebohongan. Namun, biarkan saja itu urusan mereka dengan Tuhan. Kalau saya sendiri sangat menikmati mengenal orang-orang baik yang memiliki motivasi berbuat kebaikan. 

Tiga tahun lalu, melalui Facebook saya berkenalan dengan seorang teman yang sangat inspiratif. Beliau mengajak saya untuk belajar berbagi di hari jumat. Awalnya ada sembilan orang yang semua berasal dari daerah berbeda. Saya dari Metro lampung, ada dari Bandung, jakarta, Depok, Tanggerang, Semarang, Jogjakarta, Jawa Timur dan Garut. Kegiatan adalah membagikan nasi bungkus di jalan setiap hari jumat. Kegiatan ini diberi nama “Sedekah Nasi Bungkus”.

Kegiatan berawal dari beberapa bungkus nasi, sesuai dengan dana yang dimiliki. Fokus kegiatan ini bukan banyaknya nasi bungkus yang kami bagi namun, keistiqomahan dalam berbagi. Setiap kegiatan yang kami lakukan akan kami foto, lalu share di facebook. Koordinasi kegiatan ini melalui facebook dan group whatsapp saja. Kami hanya mengenal di dunia maya, belum pernah berjumpa di dunia nyata. 

Target kegiatan  kami adalah duafa yang dengan keterbatasannya tetap berjuang menafkahi keluarga. Seperti tukang becak, kuli panggul, pemulung, dan pasukan kuning. Bukan tanpa alasan, ini karena kami berpikir mereka di pagi buta sudah berangkat mencari nafkah dalam kondisi perut kosong. Sebungkus nasi sangat berharga bagi mereka. 

Serunya berbuat kebaikan di era digital di mana orang bebas berpendapat mengomentari kegiatan orang lain. Ketika kami memposting kegiatan ini banyak sekali netizen yang berkomentar negatif. Komentar yang paling sering adalah mengatakan kegiatan kami ini riya, karena berbuat kebaikan kok di posting ke media sosial. 

Tujuan kami memposting Foto-foto adalah untuk mengajak orang-orang untuk turut berperan serta. Banyak orang memiliki uang, ingin sedekah tetapi bingung mau caranya. Kami dari sedekah nasi bungkus memfasilitasi, bagi mereka yang ingin menitipkan sedekahnya melalui kami. Atau yang ingin berbuat kebaikan tetapi tidak punya rezeki lebih, boleh berperan serta menjadi relawan membagikan nasi bungkus. 

Serunya berbuat kebaikan di era digital, ketika banyak orang membully kami Alloh kirimkan banyak teman yang terinspirasi untuk ikut bergabung. Rasanya makin seru saja kegiatan kami. Biarkan saja yang mau berkomentar negatif tapi tidak juga bergerak berbuat kebaikan. InsyaAllah kami makin mantap bergerak dalam kebaikan. 

Era digital memang luar biasa dampaknya bagi kegiatan ini. saat ini menjelang tiga tahun kegiatan kami jumlah relawan semakin bertambah. Bahkan hampir di seluruh penjuru Indonesia sudah memiliki relawan. Ada 38 daerah yang setiap Jumat bergerak membagikan nasi bungkus. Jika di total rata-rata 5000 nasi bungkus setiap jumat dibagikan ke penjuru indonesia. 

Serunya era digital bisa menghantarkan kami menuju surga kelak, menjalin silaturahmi, saling memotivasi dan menginspirasi dala kebaikan. Sungguh luar biasa bukan, jadi siapa yang menganggap era digital dalam konteks negatif sangat merugi. Bagaimanapun era digital jika dimanfaatkan dengan cerdas akan berdampak luar biasa, seperti kami yang berharap era digital adalah sarana menuju surga. 

Era digital membuat saya makin bersinar. 

Era digital selain membuat saya mengenal komunitas sedekah nasi, juga menjadikan saya wanita produktif yang inspiratif. Kalau boleh saya katakan Era digital membuat saya bersinar dunia akherat. Tadi saya menceritakan bagaimana teknologi memudahkan dalam berbuat kebaikan. Kini saya akan bercerita serunya era digital membuat saya makin bersinar di dunia menulis.

Saya mulai terjun di dunia menulis pada awal tahun 2016, mengawali debut pertama dengan mengikuti sekolah perempuan. Belajar menulis di Sekolah Perempuan dengan kelas online setiap malam. Pengalaman pertama belajar online dengan sarana webinar. Seru dan asik sekali, belajar seperti dikelas padahal kami berada berjauhan. Mentor sekolah perempuan ada yang di malaysia,  dan Amerika. Meskipun berada di beda negara kami bisa berlajar layaknya dikelas. Seru kan belajar di era digital.


Seiring berjalannya waktu masih dengan dunia menulis, saya terjun ke dunia blogger. Ternyata seru banget menulis di blog, berkenalan dengan bolgger senior yang luar biasa. Ketika tahu nulis di blog bisa menghasilkan uang dengan nominal jutaan membuat saya kepo berat. 

Sebagai orang yang baru belajar ngeblog, saya memberanikan diri untuk bertanya sana sini cari informasi. Hingga saya bergabung dengan berbagai komunitas blogger. Ada Blogger Perempuan, Mom Blogger Comunity, Blogger Muslimah, Pasukan Blogger Joeragan Artikel, dan yang paling seru adalah Tapis Blogger. 

Tapis Blogger adalah komunitas blogger Lampung, saya bahkan sudah bertemu langsung dengan anggota tapis blogger. Karena berada di daerah yang sama, meskipun agak jauh dari daerah saya. Anggota Tapis Blogger banyak yang sudah lama malang melintang di dunia blog. Mereka tidak pelit ilmu lo! 

Pada awalnya saya yang masih belajar ini menggunakan blog gratisan tanpa domain. Kepo banget sama teman-teman yang nama blognya sudah pakai domain. Ada yang menggunakan nama unik misalkan jomblotraveler.com, asik juga kalau blog berdomain. Ternyata banyak lo manfaat pakai domain pada blog, sangat berpengaruh dengan aktualisasi blog. 

Manfaat Menggunakan Top Domain Level pada blog : 

1.      Blog Stabil
Menggunakan Top Domain Level (TDL) pada blog akan menjaga stabilitas blog, tidak akan terganggu seperti ketika kita menggunakan blog gratisan. Ketika kita menggunakan blog gratisan, saat ada perubahan pada aturan pelayanan blog maka otomatis blog kita akan terkendala.

2.      Membuat Blog Meyakinkan dan Terpercaya.
Orang akan lebih percaya dan yakin dengan blog yang menggunakan domain TDL ketimbang yang gratisan. Saya sendiripun demikian sih, lebih asik saja dan keren kalau pakai TDL.

3.   Menunjukan Keseriusan Dalam Ngeblog
Menurut saya orang yang sudah memasang TDL pada blognya dia sudah memiliki komitmen untuk serius terjun menjadi blogger profesional. Ini tentu menjadi nilai yang positif buat blogger tersebut.

4.      Blog Mudah Diingat
Menggunakan TDL membuat orang mudah mengingat blog kita. Sebagai contoh blog saya URLnya ummuarrahma.com maka orang berjumpa dengan saya ingat nama ummuarrahma otomatis ingat blog saya. Karena mudah mengingat alamat blog yang simpel dan tidak terlalu panjang.

5.      Branding
URL yang mudah diingat menjadikan branding tersendiri bagi blogger. Oleh karena itu banyak blogger memilih menggunakan nama sebagai URL. Karena mudah brandingnya cukup melihat orangnya, menginat namanya, pasti akan terlintas URL blognya.

Nah, setelah mengetahui manfaat TDL pada blog, pasti dong saya mau juga pakai TDL. Biar jadi blogger profesional dan berkualitas. Tahap selanjutanya adalah mulai mencari TDL apa nih yang menjadi pilihan saya. Bertanya dengan teman-teman blogger mereka menggunakan domain apa. Banyak rekomendasi dari teman-teman hingga membuat saya bingung.

Akhirnya saya berinisiatif mencari informasi dengan membaca review berbagai domain yang direkomendasikan teman-teman. Hingga pilihan hati jatuh kepada Domainesia.

Saya coba dulu cari nama blog saya masih ada tidak di domainesia. Setelah saya ketik ummuarrahma.com ternyata ada dan harganya murah lo. Tanpa ragu saya hubungi costumer servisnya, wow ternyara ramah banget dan siap membantu. memang cocok lah dihatiku domainesia ini. tanpa banyak tanya saya langsung transfer pembayaran.

Bulan november ini pas satu tahun saya menggunakan domain domainesia. Karena takut jatuh tempo saya sudah perpanjang TDL lho, kan rugi kalau sampai lupa bisa putus cinta sama domainesia. Selama satu tahun bersama domainesia merasa nyaman sekali. Buat saya Domainesia ini recomended banget buat blogger pemula seperti saya.

Tiga Alasan Memilih Setia Kepada Domainesia

1.      Harganya Murah Meriah
Biasalah ya kalau Emak-Emak suka sama yang murah meriah, nah demikian juga dengan domainesia. Harga domain domainesia ini cocok banget buat emak-emak secara murah tapi enggak murahan lho. Soalnya meskipun murah kualitasnya enggak kalah sama yang mahal punya.


2.      Puas Dengan Pelayanannya
Alasan selanjutnya adalah kepuasan tersendiri yang saya rasakan selama satu tahun bersama domainesia. Selalu mengutamakan pelayanan, costumer servis selalu cepat tanggap jika saya mengalami kendala. Seperti ketika saya akan memperpanjang domain, saya mengirimkan email untuk invoice pembayaran. Tidak lama Cuma hitungan menit sudah mendapat balasan.

Respon yang cepat, ramah, dan dengan sabar membantu saya yang kadang kala gaptek juga. Akhirnya saya bisa bersama domainesia setahun yang akan datang. Bahkan saking puasnya saya selalu rekomendasikan kepada teman-teman bloger pemula untuk menggunakan domainesia.

3.     Panduan Online Siap Mendampingi
Bagi blogger pemula memasang TDL adalah hal baru yang tentu tidak mudah. Saya pun dulu bingung sekali, jangan khawatir deh domainesia memiliki panduan secara onlien step by step pemasangan domain pada blog.
Kalau masih bingung bisa hubungi costumer servis yang akan memandu hingga terpasang sempurna dan kita makin semangat ngeblog.



Hidup di era digital memang seru sekali, banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Mari nikmati serunya hidup di era digital. Biar makin melejit segala potensi dalam diri, makin bersinar dengan terus belajar.  Jangan takut dengan kemajuan teknologi, apalagi alergi bisa tertinggal jauh dibelakang sana tergilas kemajuan zaman. 
Happy yuk bersama era digital.

#SerunyaEraDigital
#domainesia

Tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba blog Domainesia.

9 Komentar untuk "Serunya Berbuat Kebaikan dan Belajar di Era Digital"

  1. sangat menginspirasi..cukup membuat tetharu dan salut juga atas perjuangannya menebar kebaikan... semoga sukses dunia akherat yaa ummi barokalloh fii umaat

    BalasHapus
  2. Ummi pakai domenesia juga kah? Saya tertarik banget buat blog pribadi yang berbayar gini. Kalau bener bener serius sih xD

    Liat harganya juga tidak terlalu mahal, karena bayarnya tahunan ya Ummi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dulu pertama kali saya cuma 99 rb. Sering ada promo juga

      Hapus
  3. ya ke publish ._. belum selesai komen xD

    BalasHapus
  4. Kayaknya bakal menang nih. Keren euy. Dipraktekin semua hasil tips n trik kmrn bedah tulisan mengikuti tantangan blog. Lanjutkan terus ummi.

    BalasHapus
  5. Keren banget, semoga menang mbak Ika

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel