Silver River, Gubahan Romantis Cinta Dari Masa Kecil Rendy Pandugo



Salah satu penyanyi solo pria yang saat ini sedang naik daun adalah Rendy Pandugo. Rendy Pandugo menjadi terkenal semenjak meng-cover lagu “Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan” milik Sheilla On 7. Perlahan dengan semakin terdengarnya single-single andalannya di radio, penyanyi kelahiran 7 Mei 1985 ini mulai merebut hati banyak penggemar musik di tanah air.
Musikalitas penyanyi asal kota Medan berumur 33 tahun ini memang tidak bisa dianggap remeh. Coba saja dengarkan single-singlenya yang menawan. Rendy Pandugo berhasil membuktikan kualitas musiknya dengan menduduki posisi cukup tinggi di chart radio-radio swasta Tanah Air. Sebut saja “I Don’t Care” yang kental nuansa folk, "Silver Rain" yang lebih bernuansa pop dengan paduan electronic dance, atau yang terbaru “By My Side” yang bertema ballad tentang orang yang disayangi.
Delapan dari sebelas lagu dalam album The Journey ditulis Rendy dalam waktu dua bulan. Namun meskipun ditulis dalam waktu singkat, Rendy mampu menjaga musikalitas dalam album ini dengan baik. Keunikan lain yang menjadikan album ini layak disimak adalah beragamnya genre musik didalamnya.
“Silver Rain” merupakan single kedua yang dikeluarkan oleh Rendy Pandugo dari album perdana ”The Journey”. Walau keluar sejak  Mei 2017 silam, lantuanan lagu ini tetap saja enak disenandungkan sampai sekarang . 

Silver Rain, sebuah cerita cinta masa kecil
Cerita cinta masa kecil ternyata bisa juga  menjadi inspirasi untuk membuat sebuah karya. Rendy Pandugo sukses dengan manis untuk menuliskan kenangan indah masa kecilnya lewat lagu berjudul Silver Rain. Lagu dengan lirik bahasa Inggris ini digubah oleh Rendy saat melakukan workshop di The Kennel Studio, Swedia pada bulan Februari 2016 lalu.
Dalam lagu ini, Rendy berkolaborasi dengan musisi asal Swedia yaitu Cage dan Oneeye. Lagu ini bercerita tentang jatuh cinta pada saat seseorang berumur 10 tahun, dan tiba-tiba 20 tahun kemudian mereka bertemu kembali, ternyata rasa cinta itu masa kecil dulu itu masih ada. Lagunya sendiri dikomposisi oleh Rendy bersama Cage dan Oneye, sedangkan liriknya yang romantis dan indah ditulis oleh Oneye.
Liriknya yang indah seakan menerbangkan para pendengarnya kembali ke masa kecil mereka. Membawa kembali kenangan masa lalu, saat bertemu dengan cinta pertama. Mengingatkan kembali bagaimana rasanya tangan gemetar saat memberikan bunga pertama untuk orang yang disukai. Dentuman beat drum yang khas gaya musik kekinian, dengan kesan ceria menjadikan lagu ini semakin pas untuk menaikkan mood yang sedang jelek.

“Silver Rain” adalah tantangan bagi Rendy
Lagu Silver Rain ini boleh dikatakan sebagai  sebuah tantangan bagi Rendy untuk keluar dari zona nyamannya dalam bermusik. Keluar dari zona nyaman ini memberikan Rendy semacam ruang kebebasan untuk berekspresi. Eksplorasi musik yang berbeda dari genrenya selama ini, membawanya dalam pengalaman bermusik yang berbeda.
Menurut Sony Music Indonesia, sebagai label tempat bernaung Rendy Pandugo, lagu Ini merupakan salah satu karya Rendy yang cukup unik. “Silver Rain” menggabungkan dua rasa musik, yaitu genre EDM yang popular saat ini, tapi tetap tidak meninggalkan ciri khas musikalitas  seorang Rendy Pandugo sendiri yang sudah  dikenal dengan folk musik akustiknya.
Kesuksesan lagu berbahasa Inggris ini dibawakan oleh Rendy dibuktikan dengan banyaknya orang yang menilai kalau lagu ini dinyanyikan oleh artis Internasional bukan oleh penyanyi asli Indonesia.

3 Komentar untuk "Silver River, Gubahan Romantis Cinta Dari Masa Kecil Rendy Pandugo"

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel