Terima Kasih Guru




Hidup tanpa guru bagikan malam tanpa bintang, gelap tanpa cahaya. Sejak lahir kita tidak lepas dari hadirnya guru. Guru disini bukan selalu guru yang berada disekolah formal. Karena guru ada di setiap sisi kehidupan kita. Guru adalah semua orang yang mengajarkan sebuah ilmu kepada kita di kehidupan ini.

Ketika baru lahir guru kita adalah ibu yang setiap detik mendampingi mengajarkan banyak hal. Mengajarkan bagaimana makan, minum hingga segala hal bekal untuk masa depan menapaki kahidupan. Ibu adalah guru sepanjang kehidupan kita mengajarkan arti dan makna kehidupan yang sesungguhnya yang tak berhenti hingga menutup mata.

Bertambah usia belajar di meja sekolah adalah sebuah episode yang sangat menyenangkan. Disekolah belajar hal-hal formal untuk bekal masa depan, belajar bersama teman dan guru yang dengan telaten mengajarkan tentang abjad dan angka, serta berbagai ilmu. 

Belajar disekolah memberi banyak warna, belajar ilmu, belajar bergaul dengan aneka karakter teman, belajar norma dalam kebersamaan. Guru selalu menjadi tempat pertama bertanya, guru adalah sumber ilmu yang tiada pernah lelah berbagi.

Belajar tidak selalu di bangku sekolah, belajar adalah sebuah kewajiban bagi semua orang. Guru tidak selalu yang berada di sekolah tetapi semua orang yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan kebaikan adalah guru. Setiap orang yang mau berbagi ilmu adalah guru. Setiap orang yang memberikan pengalaman hidup adalah guru. Jadi siapapun dimanapun dapat kita jadikan guru kehidupan.

Belajar di bangku formal itu adalah masa-masa yang indah untuk mendapatkan ijazah. Tetapi ilmu kehidupan tanpa ijazah pun snagat dibutuhkan untuk menunjang dalam menjalani kehidupan. Jangan mengangap remeh sebuah pendidikan non formal karena bisa saja kesuksesan kita berawal dari sana.

saya berprofesi sebagai perawat karena ilmu yang saya peroleh dari guru-guru sekolah formal dan dosen dibangku kuliah. Ilmu yang harus saya aktualisasikan didunia keperawatan, diaplikasikan kepada pasien dan keluarga pasien. Mengupgrade ilmu harus selalu dilakukan oleh perawat agar mengikuti perkembangan ilmu terbaru. Karena sesungguhnya ilmu selalu berkembang, yang tidak mau terus belajar maka akan tertinggal jauh dibelakang. Berarti kita butuh ilmu sesuai profesi selama kita masih ingin hidup dari profesi kita.

Saya menjadi penulis pun belajar dari banyak guru meskipun bukan dibangku formal. Segala training saya ikuti baik yang free maupun yang berbayar. Karena saya butuh ilmu menulis, butuh guru yang berbagi ilmu. Guru dan ilmu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Guru menulis selalu saya butuhkan karena saya ingin terus berkembang didunia kepenulisan. Semua mentor adalah guru u membimbing saya menjadi penulis. Penulis yang masih terus merangkak belajar untuk berdiri dan berlari mengejar mimpi. 

Semoga setiap ilmu yang para guru berikan menjadi amal jariyah yang akan mengalir terus selama ilmu nya kami manfaatkan untuk kebaikan. Harapan terakhir saya semoga kelak saya pun menjadi guru yang akan berbagi ilmu, berbagi semangat dan tentu menjadi cahaya kehidupan bagi orang lain yang membutuhkan. Aamiin 

Selamat hari guru untuk semua karena sesungguhnya kita semua adalah guru kehidupan untuk orang –orang di sekeliling kita. Maka terus belajar agar menjadi guru yang berkualitas. 

#ODOP_6
#NonFiksi
#Tema Bebas

3 Komentar untuk "Terima Kasih Guru "

  1. Selamat hari guru buat semua guru sedunia

    BalasHapus
  2. Betul. Setiap kita adalah guru. Selamat untuk kita semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya guru pertama untuk anak kita ya Bu.

      Hapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel