5 Point Yang Harus Diterapkan Dalam Manajeman Waktu Ibu Pekerja





Menjadi ibu dari dua putri yang masih duduk di bangku sekolah yang semua kebutuhannya masih banyak dilayani. Belum lagi saya adalah ibu pekerja di sebuah instansi swasta yang menuntus saya bekerja sesuai prosedur yang ada pada umumnya. Bisa terbayang bagaimana aktivitas yang luar biasa sibuknya.

Ibu rumah tangga saja sudah sangat sibuk mengurus segala kebutuhan anggota keluarga. Apalagi yang bekerja di ranah publik dan mengurus rumah tangga karena tanpa memilki asisten rumah tangga. Tidak semua Ibu pekerja memilki penghasilan yang cukup untuk membayar asisten rumah tangga.

Kunci utama kesuksesan seorang Ibu pekerja agar urusan rumah aman karier lancar adalah manajeman waktu. Jangan sia-siakan waktu hanya untuk hal-hal yang tidak penting, dengan dalih lelah. Sudah menjadi resiko yang harus ditanggung menjadi Ibu Pekerja itu lelah. Semakin lelah jika manajeman waktu amburadul sehingga yang ada pekerjaan tak selesai-selesai.

Ada 5 point yang harus dilakukan dalam membuat manajeman waktu:

1. Buat Jadwal Kegiatan 
Setiap malam menjelang tidur sebaiknya sudah membuat jadwal kegiataan yang harus dilakukan esok hari baik di rumah maupun di tempat kerja. Hal ini sangat penting agar kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Jangan lupa gunakan skala prioritas dalam membuat jadwal kegiatan. Hal ini menjadi penting agar hal-hal yang penting jangan sampai terabaikan atau terlewat.

Contoh jadwal kegiatan

1 04.30     Buat sarapan pagi dan bekal sekolah
                menu : nasi, sayur sop, ayam goreng.
                Masak sambil putar mesin cuci
2 05.30    Anak-anak mandi siap-siap sekolah dan
                sarapan pagi.
                Siapkan bekal sekolah anak
3 06 .00   Mandi siap-siap kerja
                cek apakah perlengkapan anak sudah disiapkan
                tak ada yang tertinggal
4 06.45    Antar anak sekolah
5 07.15    Sampai tempat kerja 45 menit lebih awal.
                Gunakan waktu untuk BW, Cek email, baca buku.
6 08.00    Masuk jam kerja melakukan aktifitas rutin
7 14.00    Jemput anak sekolah
8 14.30    @ home istirahat
9 15.00     Cuci piring, nyapu beberes rumah
10 16.00   Angkat jemuran mbak rahma lipat baju
11 17.00  Siapkan makan anak-anak

2. Gunakan Aplikasi Untuk Memudahkan

Setelah jadwal dibuat jangan lupa melaksanakan jadwal tersebut. Agar mudah atau tidak terlewat ada baiknya memanfaatkan teknologi untuk memudahkan dalam manajeman waktu. Jika jadwal tertulis di kertas atau buku kadang ribet untuk membuka atau membaca. Kadangkala malah tertinggal entah dimana. Era digital memudahkan Ibu pekerja dalam manajeman waktu.
Bisa menggunakan berbagai aplikasi pengingat di handpone misalkan notepad, evernote, kalender, dan bisa sekalian dipasang alarm.

3. Kerjakan Sesuai Jadwal Tanpa Tapi Atau Nanti.
Setelah jadwal dibuat menggunakan aplikasi yang memudahkan maka yang selanjutnya adalah kerjakan. Lakukan pekerjaan sesuai jadwal jangan pernah mengataka tapi aku lelah atau nanti sajalah. Karena jika sudah menggunakan dua kata tersebut maka sia-sia sudah jadwal yang dibuat.
Komitmen mengerjakan sesuai jadwal tanpa kata tapi dan nanti maka pekerjaan selesai. Keluarga aman pekerjaan tak terbengkalai dan Ibu bahagia.

4. Kerjasama Dengan Berbagi Tugas. 




Ibu bukan wonder women yang memiliki tenaga super, libatkan anggota keluarga dalam menyelesaikan tugas-tugas. Jika pekerjaan selesai semua anggota keluarga merasakan bahagia bersama. Misalkan kakak bertugas melipat baju dan menyimpan di lemari. Adik bertugas membuang sampah dan merapikan ruang tamu. Ayah menyiram tanaman dan menyapu halaman. Dengan berbagi tugas semua memiliki tanggung jawab. Ibu tidak lelah, anak-anak terlatih utuk bertanggung jawab.


5. Evaluasi
 
Setelah melakukan empat hal tersebut, sebaiknya lakukan evaluasi pada jadwal kegiatan dan pelaksanaannya. apakah jadwal yang dibuat seduah terlaksana? jika belum cari akar pemasalahan hingga jadwal kegiatan belum dilaksanakan dengan baik. selanjutnya buat jadwal kembali sesuai kebutuhan dan buat komitmen untuk melakukan semua sesuai jadwal.

Demikianlah 5 point yang perlu dilakukan agar manajeman waktu berjalan dan semua merasakan manfaatnya.

21 Komentar untuk "5 Point Yang Harus Diterapkan Dalam Manajeman Waktu Ibu Pekerja"

  1. Yang susah diaplikasikan kayaknya point 3 bunda.. seringnya dinanti-nanti jadinya numpuk weheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bunda kadang Yo gitu merasa masih punya waktu akhirnya nanti nanti dan nanti. Pas sudah numpuk barulah hehhehe

      Hapus
  2. Ooh jadi banyak reader, online sebelum jam 08.00 pagi. Okesip... wkwkw jadi galfok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya bisa pegang handphone kalau sampai RS sebelum jam kerja hehehe. Belajar dari prof dosen saya waktu kuliah beliau sebelum kerja mengawali dengan membaca informasi dari gadget hehehehe.

      Hapus
  3. Manajemen waktu penting banget nih. Plus teamwork dari seluruh anggota keluarga. Kalau semua dikerjakan sendiri, bisa rontok deh badan...

    BalasHapus
  4. Mantaaap, jadi ibu memang harus selalu siaga dengan segudang aktifitasnya. Manajemen waktu bisa jadi solusi yang paling tepat, tapi... harus displin....

    BalasHapus
  5. Manajemen waktu yang masih susaaah...sering ditunda-tunda jadi numpuk kerjaannya ..hiks

    BalasHapus
  6. Ish keren ih mba Ika sanggup menerapkan Manajemen waktu yang diajarkan ibu Septi di IIP. Makin salut 😊. Semoga lancar semua urusan 😉

    BalasHapus
  7. Management waktu itu koksusah ya, susah konsistennya hehe. Apalagi kalau udah kadung enak duduk, berasa mager mau ngerjain tanpa tapi dan tanpa nanti hehe

    BalasHapus
  8. Wah, saya pernah ngerasain jadi Ibu bekerja. Bener banget 5 tips di atas, Mbak. Fiuhh, sesuatu banget emang: bekerja plus tetep jagain anak agar tumbuh kembangnya tetap baik. Alhamdulillah, waktu itu dibantu Eyang uti anak2 sih

    BalasHapus
  9. Siip Mbak. Poin 5 yg sering lupa dikerjakan.
    Jarang dievaluasi. ��

    BalasHapus
  10. Wah, menunda itu bener-bener susah ditinggalin. Terus nyesel karena bikin kerjaan jadi menumpuk...hiks

    BalasHapus
  11. poin nomor 3 nih yang kadang susah saya terapkan.. hehe..

    BalasHapus
  12. Keren manajemen waktunya, tapi kdg sy msh sulit menerapkan hehe...mksh mb infonya bermnfaat.

    BalasHapus
  13. Nomor satu dan dua sudah sering saya lakukan, selanjutnya membangkang di nomor tiga dan empat. Tapi nomor lima belum pernah sama sekali lakukan, heuu...jangan dicontoh.

    BalasHapus
  14. Suka sama poin ke-5, kerjakan dengan berbagi tugas. Kalau sama abinya udah berbagi tugas, tapi kalo sama anak anak, masih pada belum komitmen mengerjakan tufas masing masing.

    BalasHapus
  15. MAsya Alloh siapa bilang ibu bekerja bisa santai ya, Mbak? Tapi kembali lagi ke individunya, kok. Kalau aku meskipun IRT juga sering teledor. Biasanya kalau sudah malas dan bosen akut, hehe. Sehat dan terus semangat ya Mbak Ika.

    BalasHapus
  16. Menjadi pekerja sekaligus apalah apalah memberikan arti luar biasa kita di mata anak. Dengan catatan komunikasi terus berjalan. Dengan bekerja justru menguatkan mental mereka secara fight

    BalasHapus
  17. Dulu saya juga sempat buat jadwal aktivitas untuk seharian. Tapi ternyata gak konsisten nih hehehe #tutupmukapakepanci
    Kuncinya konsisten sih.. :))

    BalasHapus
  18. Senangnya bisa bekerja sama sekeluarga ya... Kompak sm suami dan anak...

    BalasHapus
  19. Eh iyaya bisa dibantu aplikasi juga :) trutama notepad dan alarm

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel