Bincang Parenting Bersama Ibu Endang Setyowati di TK Al-Qur’an Wahdatul Ummah Part (2)


Beberapa hari yang lalu saya menceritakan bincang parenting bersama Ibu Endang Setyowati. Kali ini akan penulis lanjutkan bincang parenting part (2) masih bersama Ibu Hebat kita yaitu Ibu Endang Setyowati. Ibu yang sudah berhasil menghantarkan dua putra putrinya hafal Al-Qur’an. Sebuah prestasi yang luar biasa untuk ibu dan juga putra putrinya.

Menurut Ibu Endang Setyowati, sukses mendidik anak menjadi sholih dan sholihah diawali dengan mengenal sifat-sifat pada anak. Tujuan mengenal sifat anak tersebut adalah orang tua dapat memahami dan memberikan respon positif untuk mendidik anak.

Dalam bincang parenting Ibu Endang Setyowati menyebutkan 8 sifat anak usia dini yang harus dipahami oleh orang tua. Kenapa kok usia dini? Karena bincang parenting bersama dengan wali murid TK Al-Qur’an Wahdatul Ummah. Jadi audiennya adalah orang tua dari anak-anak yang masih dalam kategori anak usia dini.

8 Sifat Yang Dimiliki Anak Usia Dini

1. Tidak Bisa Diam 

Anak-anak pada usia dini yang sehat memiliki sifat tidak mau diam baik fisik maupun mulut. Terus aktif bergerak, bicara, bernyanyi, bertanya, dan bercerita. Kalau diibaratkan Handpone batrenya full terus enggak pernah lowbat. Orangtuanya yang merasa lelah, sehingga sering teriang menyuruh diam. Ini mah penulis ya, bukan Bunda lho ya.

Salah satu ciri anak yang sehat memang aktif dalam segala hal. Selama keaktifan anak tersebut masih dalam kategori normal menunjukan anak tersebut sehat. jadi orangtua harus bisa merespon secara positif.

Menurut Ibu Endang, salah satu solusi menghadapi anak yang energinya full terus adalah dengan mengajak anak beraktifitas bersama. Melibatkan anak dalam aktifitas orangtua bisa menjadi sarana boonding antara anak dan orangtua. Menjalin komunikasi yang efekstif dan menyenangkan. Selain itu bermanfaat menyalurkan energi anak dengan hal-hal positif.

Contoh kegiatan orangtua yang dapat melibatkan anak seperti memasak bersama, menyiram tanaman bersama, mencuci kendaraan, atau merapikan kamar anak.
Selain mendekatkan orangtua dan anak juga melatih saraf-saraf sensorik anak agar lebih berkembang.

2. Sifat Anak Yang Selalu Ingin Meniru 

Sifat anak kali ini harus membuat orangtua peka untuk mengatur sikap dan prilaku dihadapan anak. Anak usia dini mudah sekali meniru apa yang dilihat dan didengar dilingkungannya.
Mengadapi anak pada fase suka meniru ini membutuhkan keistiqomahan orangtua menjaga dari prilaku buruk, kata-kata tidak baik, atau hal-hal lain yang kurang pas untuk ditiru oleh anak.

Sebaiknya orangtua memberika contoh yang baik agar anak berprilaku baik. Hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang berlanjut hingga besar.

 Orangtua perlu mengarahkan dengan kisah-kisah yang membuat anak termotivasi menjadi baik.
Contoh hal-hal baik tersebut adalah dengan menyediakan anak-anak tontonan yang memotivasi dan layak untuk ditiru. Membacakan buku cerita yang mengajarkan prilaku baik misalkan cerita kisah Nabi, kisah anak-anak sholih, menceritakan orang-orang sukses dan hal-ahal lain yang berdapak positif.

3. Sifat Anak Suka Membangkang 


Salah satu sifat anak adalah suka membangkang. Sifat yang satu ini adalah ujian bagi orangtua ya, banget sih kalau menurut penulis. Ketahuan ya penulis kurang sabar.
Tapi memang, anak-anak suka sekali membangkang, semakin dilarang semakin jadi. Kadangkala ada saja jawabanya jika disuruh melakukan sesuatu. Anak-anak pintar berargumen dibandingkan orangtua begitulah ya.

Menurut Ibu Endang sifat anak yang demikian adalah salah satu bentuk positif anak untuk membantengi dirinya. Tetapi, orangtua cenderung menilai negatif hal ini diakibatkan orangtua tidak mendengarkan alasan anak.

Sebagai contoh ketika anak menumpahkan air, orangtua cenderung marah karena anak dianggap main air. Coba tanyakan dahulu kenapa si anak main air, biasanya anak berargumen untuk membela dirinya. Misalkan, “bukan main air Bunda, tadi mau nuang air untuk minum tapi airnya tumpah.”

Padahal anak mencoba mandiri mengambil airminum sendiri, hanya saja karena belum bisa sehingga tumpah. Respon orangtua malah marah, esok lagi anak malas deh belajar mandiri daripada dimarah lagi.


4. Sifat Anak Banyak Bertanya

Sifat anak suka bertanya, dimanapun dan kapanpun selalu ada pertanyaan. Sepertinya stok pertanyaan anak-anak itu tiada pernah habis. Orang tua yang kadang lelah menjawab atau kehabisan jawaban untuk pertanyaan mereka. Seperti wawancara narasumber makin bertanya makin kepo hehheh itu sih blogger yang bertanya ya.

Respon orang tua menghadapi anak-anak dengan seribu pertanyaan ini adalah menjawab dengan bahasa mereka. Jawablah sesuai dengan pola pikir mereka, jangan menjawab dengan pola pikir orang dewasa yang akhirnya tidak menuntaskan rasa penasaran mereka.

Jawaban yang sulit dicerna dengan pola pikir anak-anak akan semakin memancing mereka untuk terus bertanya. Karena mereka belum puas dengan jawaban-jawaban yang tidak sesuai dengan pola pikir dan bahasa anak-anak.

5. Anak Belum Bisa Membedakan Yang Benar dan Salah

Anak-anak memiliki pola pikir berbeda dengan orang dewasa, mereka belum dapat berpikir secara logis. Hal ini menuntut orangtua untuk mengerti dunia anak-anak. dampingi anak dengan baik, jika melihat hal-hal yang tidak logis harus di jelaskan dengan bahasa mereka.

Contoh ketika anak menonton televisi dengan film-film yang tidak logis maka harus dijelaskan. Sekarang ini banyak tontonan kartun yang tidak logis ada mobil bicara, binatang bicara seperti manusia, Superman terbang tanpa sayap dan lain sebagainya.

Anak yang belum memiliki pikiran logis dan memiliki sifat suka meniru, bisa saja meniru hal-hal tersebut. misalkan binatang diajak bicara, bis diajak da-da, atau terjun dari ketinggiam karena berfikir bisa terbang.

Karena anak-anak belum paham benar dan salah, maka orang tua tidak boleh langsung memarahi anak ketika anak melakukan kesalahan. Jelaskan dengan bahasa anak-anak dimana letak kesalahannya dan sebaiknya seperti apa yang benar.

Dampingi anak saat nonton televisi, ketika ada hal-hal yang tidak logis orang tua bisa memberi tahu dengan bahasa yang tepat. Kalau penulis sendiri menyadari tidak bisa selalu mendampingi anak nonton televisi jadi tidak meneydiakan televisi di rumah. Tetapi diganti dengan buku-buku cerita yang menginspirasi.

6. Anak Memiliki Daya Ingat Yang Kuat 
 
pixel.com

Anak-anak usia dini memiliki daya ingat yang sangat kuat. Wajar kalau diajak hafalan cepat sekali hafal beda sama bundanya, satu ayat sehari saja berat. Ups, itu sih penulis ya....

Sisi positifnya anak cepat hafal dan mudah menerima pelajaran dari Ibu guru. Namun, di sisi yang lain anak jika dimarahi mudah sampai ke hati dan sulit sekali lupa. Orangtuanya sudah lupa, anak masih ingat terus bahkah bisa sampai dewasa.

Menyimpan kenangan karena dimarah orangtua itu bukan hal yang menyenangkan. Sedih rasanya jika anak-anak yang sudah kita besarkan dengan sepenuh hati menyimpan kenangan buruk karena amarah yang tak terkendali. Bahkan penulis penah mendengar dari ahli hipnoterapis yag memiliki pasien yang minta di terapi hipnoterapie agar dapat melupakan rasa sakit hati dimasa kecilnya terhadap orangtuanya karena dimarahi.

Saran dari Ibu Endang, agar orang tua selalu mengajarkan hal-hal yang baik. Menjaga dari amarah yang dapat melukai dan menjadi kenangan buruk saat anak-anak dewasa.

7. Anak Suka Dipuji 
pixel.com

Anak-anak sangat suka diberi pujian oleh orang tua dan orang-orang disekitanya. Tetapi Bu Endang menegaskan bahwa orangtua harus memberi pujian yang dapat memotivasi anak menjadi baik. Tidak boleh memberi pujian yang membuat anak sombong.

Contoh pujian yang membuat anak termotivasi menjadi baik misalnya “ Anak bunda hafalannya bertambah karena rajin hafalan. Nanti dicatat oleh malaikat sebagai amal kebaikan."

Bisa dengan hal-hal positif lain yang sarat akan motivasi anak untuk terus menjadi baik dan memperbaiki diri bukan menyombongkan diri.

8. Anak Memiliki Daya Khayal Tinggi

Anak-anak memiliki daya khayal yang sangat tinggi hingga kadang sulit memisahkan mana yang khayal dan mana yang nyata. Perlu kesabaran untuk mendampingi anak-anak ini.

Orantua harus dapat merespon dengan hal-hal positif agar khayalan anak-anak menjadi positif. Ceritakan hal-hal baik, hal yang menyenangkan karena anak suka berkhayal tentang kesenangan. Sediakan buku-buku yang mendukung cerita tersebut. . Misalkan menceritakan tentang surga, indahnya surga dan apa itu surga. sediakan buku-buku yang berkaitan dengan keindahan surga. kemudian dampingi anak saat mereka berkhayal agar dapat meluruskan jika ada yang tidak baik dalam daya khayal anak-anak.

Menurut Ibu Endang, 8 sifat anak ini yang ada pada anak usia dini. Sebenarnya masih banyak sifat-sifat anak yang lainnya, hanya saja bukan untuk anak usia dini. Semoga dilain kesempatan ada acara bincang parenting untuk anak pra puberitas atau anak pra remaja. Penulis punya anak pra remaja, jadi perlu deh ilmu dan motivasi dari Ibu Endang Setyowati yang sangat inspiratif sekali.

Kalau nanti ada kesempatan untuk bincang parenting insyaAlloh penulis bagi kisahnya lagi ya bunda...
Terimakasih sudah berkunjung ke blog Catatan Sang Ummi, silahkan tinggalkan komentarnya.



20 Komentar untuk " Bincang Parenting Bersama Ibu Endang Setyowati di TK Al-Qur’an Wahdatul Ummah Part (2)"

  1. Catatan penting buat orang tua nih. Terimakasih sharingnya bunda .

    BalasHapus
  2. Bener banget ummi. Sayangnya kadang saya terlalu lelah untuk menghadapi kecerdasan mereka. Sering mematahkan semangat bertanya mereka. Terima kasih ya sudah mengingatkan 😊

    BalasHapus
  3. Terimakasih sharingnya umm, infonya bagus banget..

    BalasHapus
  4. anak anak memang selalu banyak pertanyaan yang kadang bikin saya mikir keras untuk menjawabnya, maksih sharingnya bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali apalagi menjelaskan dengan bahasa anak makin pusing memilih kata.

      Hapus
  5. Tulisan ini memang menggambarkan anak-anak seperti adanya mereka. Mengingatkan saya banget nih, bahwa semua itu ya memang jiwanya anak-anak. Orangtua harus memahami, mengerti, dan bisa mengarahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak menjadi orang tua memang sebuah proses belajar.

      Hapus
  6. Infonya bermnfaat ummi, terima kasih ya...8 sifat anak2 memang begitu...jadi ingat saat mereka kecil, alhamdulillah skrg sdh gede tinggal tarik ulur aja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah bisa jadi teman kalau sudah besar ya bund

      Hapus
  7. 8 sifat anak yang bikin emak musti paham dan selalu sabar ya ini Mbak..
    Masya Allah lengkaap ilmu dari Bu Endang. Bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  8. Duh, bener semua lho MBak. Persis kayak milestone kedua anakku. Emang ya capek-capeknya momong tuh ya umur segini. Capek fisik lho ya. Karena kalau capek pikiran nanti pas agak remaja. Tapi apapun itu semoga kita kuat sabar dan ikhlas ya Mbak. NIce sharing banget

    BalasHapus
  9. Catatan untuk para orang tua agar dapat mendidik anak dg baik.

    BalasHapus
  10. Betul ya, banyak hal yang menjadi sifat anak dan orang tua belum faham. Sehingga standar yang dipakai bukan anak, tapi orang tua. San paati beda.

    BalasHapus
  11. Masa-masa balita biasanya jadi masa paling krusial ya mba. Banyak nanya, membangkang, nyebelin sekaligus ngangenin hehe. Makasih sudah diingetin jadi ortu yang baik mba Ika..

    BalasHapus
  12. Hihihi, bener banget tuh. Liat point nomor satu langsung keinget anak yang kayak per. Lompat2 mantul di kasur kerjaannya. Belum dikit-dikit berantem. Haha. Lucu yaa dunia anak2

    BalasHapus
  13. Nice share Ummi. Kadang kami sebagai orang tua sering terjebak dengan berharap anak berkelakuan benar, padahal kitanya (orang tua) dg alasan karena lelah pulang kerja, malah bertingkah-pola yg tidak benar.
    Jadi bahan instrospeksi diri, nih Ummi.
    Mksh sdh diingatkan.🙏

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel