Bincang Parenting di TK Al-Qur'an Wahdatul Ummah Bersama Ibu Endang Styowati


Menjadi Ibu adalah salah satu sarana untuk belajar. Karena untuk menjadi Ibu yang baik membutuhkan ilmu. Mendidik anak yang solih dan solihah harus memiliki ilmu yang selalu up to date. Anak bukan sekedar untuk di besarkan dan dijaga tetapi harus di bentuk dengan didikan yang tepat.

Mendidik anak bukan perkara yang mudah, jika diibaratkan jamu maka membutuhkan banyak ramuan dari berbagai tanaman. Setiap tanaman harus dicampur sesuai dengan takaran atau dosis yang pas. Tidak diperbolehkan terlalu banyak ataupun kurang. 

Hari ini, 1 Desember 2018 dalam rangka belajar menjadi Ibu yang baik saya menghadiri undangan guru sekolah Hanifah. Bagi saya sendiri menghadiri undangan dari sekolah hukumnya wajib hadir, kecuali ada hal darurat yang tidak dapat ditinggalkan. 


Saya melihat ketika Hanifah menyampaikan undangan dari Ibu guru dengan penuh semangat. “Ummi, dalam tas ada undangan dari bu guru. Ummi, besok bisa datang kan? Datang ya mi!”

Duh, wajahnya yang polos dan penuh harap membuat saya semakin semangat untuk hadir. Tanpa perlu membuka undangan tersebut saya menjawab “Insya Alloh Ummi datang, dek.”

Jawaban sederhana itu sudah membuatnya tersenyum bahagia. Saya tahu kehadiran saya untuk menghadiri undangan tersebut terselip harapan besar darinya. Ada rasa bangga, merasa diperhatikan, dan bahagia.
Bagi saya sendiri sebagai seorang Ibu, tidak ada hal yang lebih membahagiakan kecuali melihat anak merasa bahagia. Kadang hal-hal remeh temeh begini justru membuat anak bahagia. Buat saya sendiri menjadi boonding antara saya dan anak-anak salah satunya hadir di kegiatan sekolah anak. 


Hadir di kegiatan sekolah selain untuk anak juga demi hubungan baik antara orangtua dengan guru kelas dan pihak sekolah. sebuah pendidikan tidak akan tercapai jika tidak ada tujuan yang sama. Oleh karena itu komunikasi antara orangtua dan guru serta pihak sekolah harus terjalin dengan baik. Rapat di sekolah adalah bertujuan untuk mensosialisasikan program-program belajar anak-anak. sehingga apa yang di ajarkan diskolah akan selaras dengan pendidikan di rumah. 

Kehadiran saya sebagai orangtua disambut sangat baik oleh para guru dan staff. Dari awal masuk gerbang disambut oleh robongan among tamu, duh seperti acara resepsi ya. Tapi memang demikian di sekolah TK Al-Quran Wahdatul Ummah yang luar biasa ramah. Selanjutanya disambut oleh Kepala Sekolah Ibu Latifah yang murah senyum dan sangat ramah. Sambutan pertama sudah bikin nyaman, seperti bertemu keluarga begitulah kesan pertama setiap kali menghadiri undangan di TK Al-Qur'an WahdatulUmmah.

Acara Parenting Dulu Yuk,

Acara di mulai dengan pembukaan, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama di sampaikan Oleh perwakilan dari Yayasan Wahdatul Ummah. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah Ibu Latifah. 

Setelah selesai sambutan di lanjutkan dengan kegiatan parenting, yang kali ini mengundang Ibu Endang Setyowati dengan tema “mengenali sifat anak.”

Ibu Endang Styowati merupakan salah satu pendiri TK Al-Qur'an Wahdatul Ummah, sehingga sudah sangat dekat dengan pendidikan anak-anak TK. Wajar kalau ilmunya tentang anak-anak sudah sangat mumpuni. Penulis sendiri sudah mengenal sosok beliau sejak anak pertama  sekolah di TK Al-Qur'an Wahdatul Ummah beberapa tahun lalu.  Kesabaran dan kelembutan dalam mendidik anak-anak sangat luar biasa. Duh, penulis masih jauh sekali untuk hal ini. 

Menurut Ibu Endang, orangtua adalah pemimpin dalam rumah tangga. Memimpin anak-anak agar menjadi anak yang cerdas dan bermanfaat bagi umat kelak. Kemudian membacakan sebuah hadist HR.Muslim no.1631 

Jika Seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Pembukaan yang indah, karena ini adalah hadist terfavorit bagi penulis. Agar menjadi pengingat dan motivasi terbaik. 3 hal tersebut menjadi sebuah target yang selalu di usahakan dalam kehidupan.

Menurut Ibu Endang, ketika orangtua berhasil mendidik anak-anak menjadi anak solih maka sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat otomatis akan menjadi milik orangtua. Hal tersebut di jelaskan secara detil. 

Mendidik anak menjadikan solih itu memerlukan ilmu. Dalam proses mendidik anak tersebut kita mempraktekan ilmu-ilmu yang dimiliki, membimbing dengan kesabaran. Mendoakan dengan sepenuh hati. Mengajarkan mereka solat, mengajarkan mereka membaca Qur’an, mengajarkan banyak sekali kebiasaan-kebiasaan baik. Ketika setiap apa yang diajarkan oleh orangtua dilaksanakan maka pahala-pahala tersebut akan mengalir kepada orangtuanya. Itulah yang disebut dengan Ilmu yang bermanfaat. 

Selanjutnya, sedekah jariyah menjadi milik orangtua dari anak yang salih. Mendidik anak saat ini tidak ada yang murah, terutama sekolah dengan basic Islam yang kuat. Sekolah –sekolah Islam Terpadu terkenal dengan biaya yang tinggi, demikian juga dengan pondok pesantren. Namun, hal tersebut sesuai dengan hasil anak-anak yang salih dan salihah. Anak-anak yang sudah pandai menghafal qur’an dari usia dini. 

Mahalnya biaya pendidikan tersebut berbanding lurus dengan hasil didikan yang berkualitas. Hafalan qur’an yang banyak, akhlak yang solih, keyakinan agama yang lurus. Setiap biaya yang dikeluarkan orangtua untuk mendidik anak-anak menjadi solih terhitung sebagai sedekah jariah. masyaAlloh luar biasa bukan. Semoga anak-anak di didik ibu guru TK Al-Qur'an Wahdatul Ummah menjadi anak-anak yang solih dan solihah. Sehingga menjadikan pembuka pintu surga bagi kedua orangtua dan para Ibu guru aamiin. 

Seru sekali ya, ini baru pembuka nya saja dari Ibu Endang. Belum dilanjut dengan materi inti. Tetapi penulis rasa sudah terlalu panjang tulisan kali ini. kahawatir yang membaca jenuh dan lelah. Maka, tulisan ini saya tutup hingga disini dahulu. Jangan khawatir akan ada lanjutan bincang parenting dengan Ibu Endang part ke 2. 

Tulisan ini adalah rekam jejak kegiatan penulis dalam mendampingi anak-anak. semoga rekam jejak ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan kelak menjadi kenangan indah hanifah saat dewasa. Setiap tulisan adalah sejarah perjalanan yang akan menjadi warisan tersendiri bagi anak-anak tercinta.

Jangan lupa nantikan kelanjutan tulisan ini.

44 Komentar untuk "Bincang Parenting di TK Al-Qur'an Wahdatul Ummah Bersama Ibu Endang Styowati"

  1. Wah putranya mbak ika masih TK to? Pasti bsngga sama ummi nya

    BalasHapus
  2. Iya Bu yg kecil TK yg besar SD

    BalasHapus
  3. Salah fokus dengan nama TK- nya, mirip dengan nama TK anakku di Makassar.

    BalasHapus
  4. MasyaAllah, mendidik anak-anak menjadi anak sholeh dan sholehah bisa mewakili ilmu yang bermanfaat dan sedekah ya.. Ga sabar baca part 2 nya...

    BalasHapus
  5. TK bs menjadi dasar pembinaan agama sejak dini. Smg jd anak sholeh dan sholehah

    BalasHapus
  6. Iya bunda segera di lanjutkan part ke dua

    BalasHapus
  7. Kegiatan parenting di sekolah anak itu penting sekali dan bikin anak bahagia yaa. saat anak di TK dulu saya selalu berusaha menghadirinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bunda Dedeh menyenangkan sekali melihat anak anak bahagia.

      Hapus
  8. Saya juga selalu usahakan datang kalau ada undangan dari sekolah. Apalagi bincang parenting yang memang penting bagi upgrade diri kita sebagai orang tua.
    Saya tunggu kelanjutqn materinya ya Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah saya post part ke 2 mbak Dian. Terimakasih ya

      Hapus
  9. Jadi ingat waktu anak saya masih kecil. Menghadiri undangan dari sekolahnya anak-anak bisa setip bulan. Anak ada lima dengan sekolah yang berbeda hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah seru nya banyak teman dong bunda, kan semua banyak wali murid yang sering sapa menyapa.

      Hapus
  10. Saya juga selalu berusaha hadir jika ada undangan sekolah, agar kita sebagai orang tua juga bisa mendukung ptogram sekolah

    BalasHapus
  11. Whuaa aku nungguin isi bincang parentingnya lho, tyt bersambung... Tapi baru pembukaannya aja sdh cukup membuat kita tersadar dan termotivasi mendidik anak agar solih dan solihah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya post kelanjutannya mbak Dwi Monggo berkunjung

      Hapus
  12. Aamiin. Semoga kita diberi kekuatan untuk mendidik anak2 kita menjadi anak sholehah / sholeh ­čśŐ.

    BalasHapus
  13. Bener banget Ummi. Perlu kesabaran yang tak putus untuk mendidik anak. Sejak TK hingga dewasa. Setiap tahapan ada aja ujian. Semoga anak² kita jadi anak sholeh & sholehah ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin setiap ujian akan menjadi kenangan yg tak terlupakan.menjadi pembelajaran dimasa depan anak-anak juga bunda.

      Hapus
  14. Saya juga noted banget kalau ada acara anak,sayangnya di sekolah negeri agak jarang acara kayak gini. Sebagai gantinya memang orangtua harus aktif mencari ilmu di luar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sayang kalau sekolah negeri mungkin terlalu banyak kegiatan dari program pemerintah jadi ibu guru sudah tak sempat buat acara ya mb damar.

      Hapus
  15. Baca cerita gini jadi gak sabar nanti menghadiri undangan sekolah...
    *anaknya masih bayi padahal hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, enggak berasa kok bunda nanti tiba-tiba sudah sekolah si sedekah bayi. Makin berwarna deh banyak cerita. Salam sayang buat dedeknya ya bund

      Hapus
  16. Luar biasa sekali ya mbak sekolahnya. Bangga deh jadi orang tua

    BalasHapus
  17. Wahhh acara sekolah anak menjalin silaturahim dan dapat info positif...menyenangkn ya, klu gk ada kepentungn mendesak saya juga selalu hadir si acara sklh anak.

    BalasHapus
  18. Saya setuju sekali Bun, kita perlu ilmu yang up to date untuk jadi orang tua yang berhasil mendidik anak menjadi soleh dan solehah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya karena ibu yang baik adalah ibu yang siap belajar sepanjang usia

      Hapus
  19. Menjadi memang tidak tergantikan perannya. Butuh ilmu dan pengalaman. Karena ibu itu adalah madrasah perrama bagi anak anak.
    Bagaimana mungkin anak menjadi cerdas tetapi ibunya ga belajar? Jarang terjadi kan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali karena ibu yang baik adalah ibu yang siap untuk belajar.terimakasih pak sudah berkunjung.

      Hapus
  20. Bener bangrt ummi, sepertinya saya dan istri harus banyak belajar dalam mendidik anak nih. seperti kata umi bahwa mendidik anak itu harus berlimu, dan jangan sampai pendidikan anak terlewatkan dari masa kemasanya

    BalasHapus
  21. Wah setuju sekali bahwa mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan waktu khusus untu─Ě menem├áni ├ánanda sebagai ├ámanah. Semoga yang tercatat adalah memori indah.

    BalasHapus
  22. Mantap.. ada pengajar yang begitu smart

    BalasHapus
  23. Kalau saya dulu, orang tua jarang bisa datang memenuhi undangan dari guru, Mbak. Kebetulan ketika SD, saya sudah merantau.Tinggal bersama tante di Bandar Lampung, orang tua di Liwa.Jadi tante yang lebih sering datang ke sekolah.
    #ehmalahcurhat.
    Hehehehe

    BalasHapus
  24. Senang sekali ya mendampingi buah hati yang menapaki pendidikan dari TK nanti ke SD. Semoga anda semakin sholehah dan cerdas

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel