Ciptakan Momen Manis Bersama Keluarga Dengan Cara Unik



dok.pribadi
 
Anak-anak paling bahagia kalau menikmati kebersamaan dengan orangtua. Enggak hanya anak yang suka orangtua pun juga bahagia. Karena kebahagiaan orangtua itu ketika menikmati melihat anak-anak tertawa ceria. Meskipun suasana tersebut enggak bisa selalu dinikmati karena kesibukan anak-anak juga orangtua. 

Sebagai Ibu yang aktif bekerja dan berkomunitas saya tidak memiliki banyak waktu untuk selalu bersama anak-anak. Belum lagi anak-anak full day school dan memiliki beberapa kegiatan tambahan. Kalau Mbak Rahma ada les tambahan dan Adik Hanifah ada les calistung dan hafalan Qur’an. Jadwal kegiatan yang sama-sama padat ini membuat kami pulang ke rumah sudah lelah. 

Meskipun demikian sebagai Ibu saya tidak ingin kehilangan moment bersama anak. Untuk itu harus bisa mengatur waktu agar kami tetap punya waktu untuk mengukir momen kebersamaan yang manis. Hal ini penting karena kelak setiap moment manis akan menjadi kenangan yang tak terlupa hingga dewasa bahkan dimasa tua. Setidaknya saya ingin mereka kelak mengenang saya di moment manis dan berkesan. 


Kendala selain waktu dalam menciptakan kebersamaan yang manis adalah uang. Karena menurut anak-anak kebersamaan itu enggak hanya  di rumah saja. Mereka cenderung ingin keluar rumah, kalau di rumah biasa saja bosan. Nah, kalau ceritanya di luar rumah pasti enggak jauh dari makan, jajan, ke toko buku karena anakku hobby baca buku. 


Dulu, masih ada Ayahnya sih oke-oke saja kalau ngajak main dan makan di luar. Kalau sekarang mikir-mikir kalau keseringan keluar dan jajan. Maklum menjadi Ibu tunggal dengan penghasilan dari saya sendiri, cukup untuk biaya sekolah dan makan saja allhamdulillah sekali. 

Anak-anak mana tahu masalah keuangan, dan memang enggak perlu tahu juga kan. Untuk menyikapi hal ini saya harus bisa memanjeman keuangan dan tentu memberi pengertian kepada anak-anak dengan bahasa mereka. Seiring berjalannya waktu saya tetap memiliki waktu kebersamaan dengan anak-anak tanpa mengeluarkan banyak uang. Beberapa hal yang saya lakukan agar kebersmaan tetap terasa manis dan indah tanpa keluar banyak uang. Saya menerapkan beberapa cara yang unik untuk menciptakan moment manis ini.

      1.      Membuat Jadwal Jajan di Luar

Namanya anak-anak pasti dong ingin jajal di luar seperti teman-temannya. Apalagi buat Mbak Rahma yang sudah mulai menjelang remaja. Biasanya anak-anak ini sudah mulai cerita ada tempat makan enak yang lagi hitz, tempat kongkow asik menurut teman ABG.
Menjadi sahabat anak itu ya harus ikutan gaul dong, Biasanya saya punya jadwal tertentu untuk makan di tempat hitz ala ABG.

Harus terjadwal karena berkaitan dengan anggaran yang harus dikeluarkan. Ini sudah masuk pos keuangan tiap bulan. Hal ini untuk mencegah saya  khilaf yang berakhir dengan kacaunya keuangan.

      2.      Wisata Literasi 

Kami pecinta buku, baik saya maupun anak-anak memang sudah terbiasa bersahabat dengan buku. Salah satu moment yang membahagiakan adalah ke toko buku. Enggak selalu beli buku sih, kalau bukunya mahal melebih budget ya enggak beli. Anak-anak biasanya menabung untuk beli buku.

Jadi, ke toko buku lihat-lihat buku bagus saja sudah senang. Kalau ada yang diinginkan mereka akan menabung. Kalau tabungan sudah cukup baru deh beli bukunya. Kalau mereka membeli dari uang tabungan rasa sayang kepada buku itu lebih dalam sehingga dirawat dengan baik.

      3.      Wisata Dalam Kota

Wisata yang dekat-dekat saja masih dalam kota sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan sendiri. Hal ini tentu lebih irit karena enggak membutuhkan biaya transport yang mahal. Biasanya kami cukup ke water boom Palm Indah , Taman Metro Indonesia Indah, atau Taman Edukasi.


Tempat yang dekat dengan lokasi tempat tinggal kami, biaya masukpun masih terjangkau, dan yang pasti anak-anak suka bermain disana. Selain itu kami bisa membawa bekal dari rumah jadi tidak perlu jajan. Kalaupun kami enggak sempat menyiapkan bekal harga makanan di sana cukup terjangkau.

Wisata ini pun tidak sering kami lakukan, biasanya dua atau tiga bulan sekali saja. Selain biaya yang lumayan lebih banyak dari momen yang lain, waktunya pun lebih banyak tersita meskipun wisata dalam kota.Oleh karena itu tidak sering-sering kami lakukan.

      4.      Piknik Gratis 

Piknik gratis memang bisa? Bisa dong ini mah ala saya dan anak-anak yang paling sering soalnya gratis. Piknik yang unik tapi menyenangkan dan bakal menjadi kenangan karena enggak banyak orang melakukan.

Biasanya saya mencari lokasi yang unik tapi tetap bikin anak-anak bahagia ceria. Seperti hari sabtu kemarin saya hanya ke taman pinggir jalan lokasinya dekat dengan tempat tinggal saya. Biar rame saya ajak anak tetangga ikutan, karena cukup jalan kaki saja.


Sampai disana Cuma mainan, ngobrol, dan bercanda. Biar tambah seru tak lupa foto-foto dong. saya kebagian tugas jadi tukang foto dan pengarah gaya mereka. anak-anak bebas berekspresi sesuka hati. Tak lupa kami bawa minum dan cemilan yang memang sudah ada di rumah. 

Selain di taman tersebut, saya juga sering bertiga dengan anak naik motor keliling kota metro. Lalu berhenti jika menemukan temap untuk foto dengan spot yang bagus. Banyak gaya lucu-l;ucu dari mereka. tak jarang wiefi juga dong sama saya. Serukan meskipun gratis tetap lah seru dan menyenangkan hati.


Menciptakan moment indah bersama keluarga enggak hanya dengan bepergian keluar rumah menghabiskan banyak uang dan waktu. Lakukan hal-hal sederhana yang manis dan berkesan. Sehingga tidak menghabiskan banyak energi, waktu dan uang tentunnya. Meskipun sah-sah saja bagi mereka yang memiliki banyak uang dan waktu untuk mengisi kebersamaaan dengan keluar kota dengan fasilitas yang lebih mewah. Asal jangan lupa tetap selipkan nilai-nilai edukasi di dalamnya. 


17 Komentar untuk "Ciptakan Momen Manis Bersama Keluarga Dengan Cara Unik"

  1. kereeen... penuh motivasi didalamnya...

    BalasHapus
  2. Halo, Mbak Rahma. Kita sama-sama ibu tunggal nih, ya. Kalau aku memilih terbuka pada anak-anak mengenai kondisi keuangan. Pastinya bukan merinci pendapatan berapa dan kebutuhan apa saja, ya. Tapi lebih ke bahwa mamanya punya kewajiban membayar cicilan KPR, PLN, PDAM, SPP, daaan banyak lainnya. Harapanku mereka tahu sejak dini bahwa orangtuanya punya banyak hal untuk diprioritaskan ketimbang jalan-jalan dan beli mainan.

    Salah satu alternatif menghabiskan waktu bareng anak-anak bisa membuat prakarya di rumah, Mbak. Menempeli dinding pakai karya mereka gitu.

    Terus semangat, yaaa ...

    BalasHapus
  3. Ada jadwal jajan. Iya perlu tuh. Sambil memberi pengertian juga sih ttg keuangan. Kalau menurutku anak² perlu tahu juga, Mama jungkir balik memenuhi kebutuhan anak²...
    Semangat yaa Ummi...

    BalasHapus
  4. Ahh setuju nih bikin jadwal kegiatan bareng anak. Biar ga bosen yah bun. Minggu pertama bisa kongkow, minggu selanjutnya bisa wisata literasi ato piknik gratis ke taman. Hehe Semangat yah bun

    BalasHapus
  5. Saya salah satu ibu yang suka piknik gratis juga. Biasanya cari twmpat yang deket rumah terus kesananya naik motor berempat. Nah lho...dua motor nih. Sengaja enggak naik mobil karena anak anak malah senang ngeng ngeng bareng walau sudah besar.

    BalasHapus
  6. Sebagai penyuka piknik gratis, saya juga paling suka ngajak anak2 ke tempat tersebut. Anak2 mah bukan tempatnya tapi kebersamaannya. Seru bareng-bareng

    BalasHapus
  7. aku malah bertahun gak ngumpul sama anak, setiap pulang pasti waktu juga kurang. anak juga mondok, gak selalu bisa pulang pas aku di rumah

    BalasHapus
  8. Setuju nih, bahwa jalan-jalan di tempat yg dekat pun bisa mempererat keakraban ibu dan anak. Apalagi kalau di tempat kita (misalnya) banyak taman kota gratis, gitu. Saya juga seneng kok yg gratis2, hehe... Termasuk ke pameran buku walaupun cuma beli satu.

    Sebenarnya saya suka sih pergi yg jauh2 tapi menyesuaikan kondisi juga. Masih ada si kecil, jadi milih yg bisa dijangkau dulu.

    Tentabg keuangan keluarga, saya ngasih tau ke si sulung juga, sih. Tentunya saya saring dulu. Intinya agar dia tahu bahwa keinginan ini dan itu harus menyesuaikan budget. Biar tahu juga tentang perlunya kerja keras Dalam meraih sesuatu.

    Salam untuk anak2nya ya, sesama pecinta buku :)

    BalasHapus
  9. Subhanallah, pasti sulit ya bun jadi orang tua tunggal, semangat terus bun

    BalasHapus
  10. Kalau sekarang aku dan anak-anak sedang membiasakan rutin olahraga bersama saat akhir pekan. Ini lumayan banget buat membangun kedekatan dalam suasana yang sangat rileks, karena kadang-kadang, ya namanya ortu dan anak juga suka berselisih paham. Selain itu, sesaat sebelum tidur merupakan quality time yang sangat bagus untuk membangun memeori mereka. Aku pun berusaha nggak melewatkan momen itu, Mbak, karena manfaatnya luar biasa. Dan yang penting, nggak perlu biaya.

    BalasHapus
  11. Benar mbak.
    Saat bersama menikmati keseruan dengan si kecil, saatnya pula komunikasi dari hati ke hati dengan si kecil dalam suasana ceria.
    Edukasi dalam kondisi ini, biasanya banyak ngenanya d8 hati anak2. ��

    BalasHapus
  12. Saya suka poin yang mngedukasi anak, sangat menginspirasi saya untuk bisa makin smangat menjaga kebersamaan dengan anak walaupun hanya sebentar tetapi kehadiran orang tua di waktu yang tepat bisa membuat mereka lebih dekat lagi dengan orang tua sehingga mereka lebih termotivasi untuk berbakti kepada kdua orang tuanya kelak manakala ia sudah besar.

    BalasHapus
  13. Saya setuju sekali, dengan melakukan kegiatan bersama Akan mempererat hububgan antata orang tuana Dan anak, walaupun hanya melakukan hal-hal yang sederhana itu sudah cukup membuat keluarga menjadi lebih dekat, terlebih bagi sang anak pastinya mereka Akan sangat senang bisa melakukan kegiatan bersama kedua orang tuanya.

    BalasHapus
  14. Ilmu parenting yang cukup mengispirasi, terutama bagi para pasangan baru menikah yang tengah berencana mempunyai buah hati. Dan pada beberapa point di atas lebih ditekankan tips untuk para Bunda, yang memang peran Bunda sulit tergantikan.

    Semoga kelak saya bisa aplikasikan pengalaman parenting Ibu Ummu di keluarga saya kelak. Terutama ada waktu lebih untuk membibing dan menemani sang buah hati tumbuh. Very Inspiring :)

    BalasHapus
  15. mengajak anak ke wisata dalam kota memang bagus dan anak akan bahagia.

    -makasih tipsnya

    BalasHapus

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel