Heboh Paginya Ibu Pekerja




Pagi harus selalu disambut dengan senyum dan semangat agar sepanjang hari penuh dengan bahagia. Tapi bagi Ibu pekerja pagi adalah waktu untuk bekerja cepat dan tepat. Jika pagi sudah penuh dengan hal-hal remeh temeh sudah pasti hari akan jadi kacau balau. Sudah keluarga tak terurus datang ke kantor dengan penampilan kucel belum lagi telat yang semakin bikin hati enggak nyaman. 

Sejak pagi seorang ibu pekerja sudah berjuang untuk melaksnaakn tugas sebagai Ibu, Istri yang terbaik. Menyediakan semua kebutuhan anggota keluarga selama ditinggal bekerja. Setelah semua tersedia dengan baik, anak-anak sudah siap sekolah, suami siap berangkat bekerja barulah ibu mempersiapkan diri sendiri untuk bekerja. 

Saya sendiri sering melihat teman bekerja dengan penampilan apa adanya, yang penting sudah mandi. Bahkan untuk sarapan saja tidak sempat karena  takut terlambat. Setelah sampai di tempat kerja baru merapikan penampilan menggunakan alat make up secukupnya yang penting enggak tampak kusam apalagi pucat.

Setelah rapi jali, barulah mulai bekerja sesuai dengan rutinitas dan tanggung jawab. Berusaha bekerja dengan loyalotas dan profesional sesuai dengan diplin ilmu yang dimiliki.  Disela-sela jam kerja menyempatkan diri untuk mengisi perut yang sejak pagi masih kosong belum terisi.  Memilih jam tanggung sekitar jam antara jam 10.00 wib sampai jam 11.00 untuk mengisi perut dengan alasan sekalian makan siang. 

Sarapan sekalian makan siang ini bukan lantaran diet ya, tetapi memang situasi yang kadang membuat para ibu menyiasati agar tidak jajan di jam makan siang. tetap mempertimbangkan anggaran untuk makan siang bisa untuk beli lauk satu keluarga dimakan bersama.  Kadangkala juga karena waktu yang senggang untuk makan ya bersiar diantara jam tersebut. 

Pagi hari adalah sebuah genderang perang ibu pekerja untuk memanajeman waktu dengan optimal. Karena jika pagi hari sudah gagal mengatur waktu maka sepanjang hari jadwak kerja akan semakin buruk. 

Adapun tips bagi ibu pekerja agar pagi tidak menjadi sebuah momok yang menakutkan. 

1.      Rencanakan Kegiatan Sejak Malam Hari.
Malam hari sebelum beristirahan sebaiknya sudah memiliki rencana apa saja yang akan dilakukan esok  hari sejak pagi hingga sore hari. Buat jadwal dengan terperinci dan usahakan ada option lain jika rencana tidak berjalan semestinya.

2.      Cicil Pekerjaan Sejak Malam Hari
Jika pekerjaan bisa di cicil sejak malam hari maka lakukan agar pagi tidak heboh sendiri. Misalkan menyiapkan sayuran sejak malam hari, membuat bumbu dan menyimpan dalam kulkas, menyiapkan baju seragam anak-anak dan suami, menyiapkan perlengkapan sekolah, dan menyiapkan perlengkapan pribadi untuk Ibu pekerja.

3.      Bagi Tugas Dengan Suami
Ibu pekerja harus bisa berbagi peran dengan suami, bukan berarti melimpahkan pekerjaan kepada suami. tetapi saling berbagi tugas agar setiap rencana kegiatan berjalan lancar baik bagi Ibu, ayah, dan anak-anak.
Berbagi tugas misalkan Ayah bertugas membangunkan anak-anak, membantu membereskan tempat tidur,  memandikan anak yang belum bisa mandi sendiri, atau hal-hal yang bisa ayah lakukan.

4.      Ajarkan Anak Untuk Belajar Membantu
Ajarkan anak untuk membantu Ibu sesuai dengan kemampuan anak dan umut anka. Misalkan anak usia Sekolah Dasar bertugas membereskan tempat tidur, anak usia TK dibiasakan untuk meletakan baju kotor pada tempatnya, menjemur handuk sendiri, dan makan sendiri tanpa disuapi.

Melakukan keempat tips diatas akan sedikit mengurangi kehebohan pagi bagi Ibu pekerja. Meskipun pada awalnya ini berat karena belum terbiasa. Tapi yakinlah hal ini jika sudah dibiasakan anakn sangat membantu dan tentu membawa efek positif dimana anak akan belajar mandiri dan suami memahami beratnya pekerjaan Ibu.

1 Komentar untuk "Heboh Paginya Ibu Pekerja "

mohon komentar dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel